Kamis 13 Oct 2022 11:53 WIB

Survei: Anies Belum Jadi Pilihan Utama Warga Jakarta untuk Capres 2024

Warga masih menginginkan Anies untuk memimpin Jakarta daripada mengurus negara.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) bersama Kepala Sekretariat Presiden yang juga Pj Gubernur DKI Jakarta terpilih Heru Budi Hartono usai melakukan pertemuan di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/10/2022). Heru Budi Hartono mendatangi Balai Kota Jakarta untuk bersilaturahim sekaligus berdiskusi seputar isu Kota Jakarta dengan Anies Baswedan. Republika/Putra M. Akbar
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) bersama Kepala Sekretariat Presiden yang juga Pj Gubernur DKI Jakarta terpilih Heru Budi Hartono usai melakukan pertemuan di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/10/2022). Heru Budi Hartono mendatangi Balai Kota Jakarta untuk bersilaturahim sekaligus berdiskusi seputar isu Kota Jakarta dengan Anies Baswedan. Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil survei Political Statistics (Polstat) menyebutkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum menjadi pilihan utama warga Jakarta sebagai Calon Presiden (Capres) 2024.

Peneliti Polstat, Apna Permana, menjelaskan, warga DKI cenderung memilih Menteri Pertahanan Prabowo Subianto daripada Anies. Bahkan, dengan selisih perolehan keduanya terpaut signifikan. Tercatat 24,6 persen akan memilih Prabowo dan yang mendukung Anies 18,9 persen.

"Mengenai elektabilitas capres, Prabowo Subianto bukan hanya kokoh tak tergoyahkan di tingkat nasional, di tingkat DKI Jakarta pun elektabilitasnya terus bertahan di posisi teratas," kata Apna, Kamis (13/10/2022).

Peringkat ketiga, menurut survei Polstat, ditempati Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dengan 16,1 persen dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berada di bawahnya dengan 10,1 persen.

Kemudian disusul Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,3 persen, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno(3,4 persen), Menteri BUMN Erick Thohir(2,4 persen), dan 20,2 persen lainnya belum menentukan pilihan (undecided voters).

Menurut Apna, hal ini menunjukkan warga Jakarta masih menginginkan Anies untuk memimpin Jakarta daripada mengurus negara. Hal itu karena untuk tingkat keterpilihannya sebagai calon gubernur (cagub) menembus 40,5 persen.

"Data tersebut menegaskan, bagian terbesar warga Jakarta menginginkan Anies melanjutkan tugas sebagai Gubernur DKI satu periode lagi dan tidak berhenti di tengah jalan ketika masih banyak masalah yang belum terselesaikan," ujarnya.

Untuk tingkat keterpilihan sebagai calon gubernur itu, pada posisi kedua ditempati mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan 19,1 persen. Lalu Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka (10,5 persen), AHY(7,6 persen), dan anggota DPR Ahmad Sahroni 5,7 persen.

Kemudian Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini(3,5 persen(, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak(3,3 persen), mantan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany(1,1 persen) dan Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria(0,5 persen). Sementara 8,2 persen responden menjawab tidak tahu.

Survei ini digelar pada 1-10 Oktober 2022 dengan melibatkan 830 warga DKI di enam wilayah yang telah memiliki hak pilih sebagai dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode "multistage random sampling".

Para responden dimintai tanggapannya dengan cara wawancara tatap muka oleh penanya menggunakan kuesioner. Adapun batas kesalahannya (margin of error) survei tersebut sekitar 3,4 persen pada tingkat kepercayaan (level of confidence) 95 persen.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement