Selasa 11 Oct 2022 04:48 WIB

Delapan Upaya Ditjen Bimas Islam Turunkan Angka Stunting

Ditjen Bimas Islam Kemenag berupaya menurunkan angka stunting dengan delapan cara.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Bilal Ramadhan
Kader PKK mengukur lingkar kepala balita di Posyandu Bougenvile, Pemancar, Depok, Jawa Barat. Ditjen Bimas Islam Kemenag berupaya menurunkan angka stunting dengan delapan cara.
Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Kader PKK mengukur lingkar kepala balita di Posyandu Bougenvile, Pemancar, Depok, Jawa Barat. Ditjen Bimas Islam Kemenag berupaya menurunkan angka stunting dengan delapan cara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus berupaya melakukan penurunan angka stunting. Dalam rangka membantu upaya menurunkan angka stunting, Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kemenag, Ahmad Zayadi, mengatakan, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam memiliki delapan strategi untuk menurunkan angka stunting.

Zayadi mengatakan, yang pertama, akan ada sinergitas lintas kementerian antara Kemenag, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), ormas Islam, dai, dan daiyah untuk menyusun modul percepatan penurunan stunting dalam perspektif agama Islam.

Baca Juga

“Semakin kolaboratif, maka peluang penurunan stunting semakin besar,” kata Zayadi melalui pesan tertulis yang diterima Republika, Senin (10/10/2022).

Zayadi menyampaikan, upaya kedua akan melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan tentang penurunan stunting. Semua yang terlibat dari mulai penyuluh agama Islam (PAI), dai sampai daiyah harus memiliki persepsi yang sama dalam memberikan materi penanggulangan stunting kepada masyarakat.

 

Ia menambahkan, upaya ketiga, akan memaksimalkan peran PAI dengan melaksanakan bimbingan dan penyuluhan yang kreatif serta inovatif sebagai upaya penurunan stunting. "Mulai hari ini PAI adalah agen yang bertugas mengedukasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat bahaya stunting," ujarnya.

Zayadi menyampaikan, upaya keempat, Ditjen Bimas Islam Kemenag akan memanfaatkan aplikasi Penyuluh Agama Elektronik berbasis website (e-PA) sebagai media pelaporan, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan bidang stunting bagi PAI.

Kelima, Ditjen Bimas Islam akan memaksimalkan aplikasi UstadzKita sebagai media yang mampu menampung kumpulan referensi materi-materi tentang stunting dalam perspektif agama Islam.

"Nanti di aplikasi UstadzKita akan ada kanal yang memudahkan siapapun untuk mendapatkan referensi dan rujukan tentang cara penurunan stunting,” ujarnya.

Zayadi mengatakan, upaya keenam, Ditjen Bimas Islam akan menyiapkan materi dakwah tematik tentang stunting dalam perspektif agama Islam. Menurutnya, upaya ini dilakukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah untuk menanggulangi stunting.

Ia menjelaskan, upaya ketujuh yang dilakukan Ditjen Bimas Islam, akan melakukan dakwah kesehatan sebagai upaya pencegahan stunting dengan pendekatan ilmu keislaman yang dilakukan oleh penceramah. Secara akademik Kemenag ditantang untuk merumuskan fikih kontemporer sesuai perubahan-perubahan zaman.

“Bisa jadi nanti ada fikih kesehatan reproduksi, fikih tentang stunting, dan masih banyak lagi. Kita harus memiliki perspektif karena zaman mengalami perubahan, maka fikih pun harus melakukan penyesuaian,” ujarnya.

Zayadi mengatakan, upaya kedelapan adalah mengoptimalkan peran penghulu dan PAI dalam bimbingan pra-nikah melalui capacity building sebagai fasilitator dalam memberikan layanan dan bimbingan bagi masyarakat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement