Senin 10 Oct 2022 12:41 WIB

Anies Sebut DKI Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem 9-15 Oktober

Anies mengatakan DKI berupaya merespons cepat dampak cuaca ekstrem.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Indira Rezkisari
Warga berjalan melintasi banjir di permukiman penduduk kawasan Rawajati, Jakarta, Senin (10/10/2022). BPBD DKI Jakarta pada Senin (10/10) pukul 06.00 WIB mencatat sebanyak 53 RT di DKI Jakarta terendam banjir akibat luapan Sungai Ciliwung.
Foto: ANTARA/Aprillio Akbar
Warga berjalan melintasi banjir di permukiman penduduk kawasan Rawajati, Jakarta, Senin (10/10/2022). BPBD DKI Jakarta pada Senin (10/10) pukul 06.00 WIB mencatat sebanyak 53 RT di DKI Jakarta terendam banjir akibat luapan Sungai Ciliwung.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, menyoroti peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait waspada cuaca ekstrem sejak 9-15 Oktober 2022. Menurut dia, pihaknya akan menyiagakan berbagai peralatan menyusul potensi limpahan longsor hingga banjir.

“Tanggung jawab kita merespons dengan cepat,” kata Anies kepada awak media setelah pembukaan praresmi fasilitas RDF TPST Bantargebang, Bekasi, Senin (10/10/2022).

Baca Juga

Mantan mendikbud itu mengajak semua warga DKI ikut waspada terkait cuaca ekstrem, sembari memantau berbagai kondisi yang dikhwatirkan. Dirinya menyarankan agar warga bisa menggunakan kendaraan umum saat cuaca ekstrem.

Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan berbagai alat dalam kondisi tersebut, seperti pompa stationer dan pompa mobile serta kendaraan pemadam kebakaran hingga tangki pengamanan. Ini dilakukan untuk mendukung sistem drainase Jakarta yang hanya mampu menampung sekitar 250 mm per hari di kawasan perumahan dan perkampungan.

“Pekan kemarin dengan durasi (hujan) dua jam lebih bisa dibayangkan betapa banyak air yang jatuh pada saat bersamaan. Kondisi itu pasti menimbulkan genangan,” ucapnya.

Cuaca ekstrem itu, lanjut Anies, tidak hanya terjadi di Jakarta dalam satu pekan ke depan, tetapi Indonesia secara mayoritas. Meski demikian, Jakarta melalui berbagai persiapan tadi, dinilainya memastikan berjalan baik.

Banjir di Jakarta kembali terjadi pada Kamis (6/10/2022). Dalam kondisi yang terjadi di banyak titik itu, beberapa siswa MTsN 19 DKI Jakarta meregang nyawa karena air yang meluap tak bisa dibendung tembok sekolah yang menimpa beberapa siswa.

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement