Ahad 02 Oct 2022 14:30 WIB

Sedikitnya 17 Anak Meninggal, Keluarga Diminta Lapor Jika Anaknya Hilang di Kanjuruhan

Beberapa anak yang jadi korban tragedi Kanjuruhan belum diketahui identitasnya.

Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Sejumlah anak turut menjadi korban tragedi Kanjuruhan.
Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Sejumlah anak turut menjadi korban tragedi Kanjuruhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengimbau keluarga yang kehilangan anak-anaknya dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, agar melapor. Hingga Ahad (2/9/2022) siang, sebanyak 129 orang kehilangan nyawa akibat kerusuhan suporter dalam kekalahan pertama bagi Arema FC sejak 23 tahun terakhir.

"Diimbau yang kehilangan anggota keluarganya, termasuk anak-anak yang menonton atau ada di sekitar tempat kejadian, agar melapor dan menginformasikan data anak atau keluarganya yang hilang," kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KPPPA, Nahar, saat dihubungi di Jakarta, Ahad.

Baca Juga

Menurut Nahar, ada beberapa anak yang menjadi korban insiden berdarah itu belum diketahui identitasnya. Ia mengatakan hingga saat ini, sedikitnya ada 17 anak yang meninggal dan tujuh anak mengalami luka-luka.

"Data yang masuk, 17 anak meninggal dan tujuh dirawat, tapi kemungkinan bisa bertambah," kata Nahar.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement