Jumat 09 Sep 2022 15:02 WIB

Penanganan Inflasi dan Pandemi Covid-19 Serupa di Kota Bogor

Evaluasi penangannya dilaksanakan secara reguler, mulai dari daerah hingga pusat.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Andi Nur Aminah
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah.
Foto: Dok Pemkot Bogor
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah yang juga Ketua Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), menyampaikan pola penanganan inflasi di daerah dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), serupa dengan penanganan pandemi Covid-19. Dengan evaluasi yang dilaksanakan secara reguler, mulai dari daerah hingga pusat. 

“Ada dua hal yang akan kita tangani yaitu mencari penyebab untuk kemudian memperbaiki dan menurunkan angka inflasi di Kota Bogor dan kedua adalah dampaknya. Jangan sampai  treatment yang kita lakukan salah,” kata Syarifah dalam keterangannya, Jumat (9/9/2022).

Baca Juga

Kepada perangkat daerah terkait, Syarifah meminta untuk merumuskan dan mempersiapkan rencana aksi dan langkah-langkah. Di antaranya kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) agar menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan di rumahnya menanam komoditas yang dibutuhkan, sehingga akan mengurangi biaya. 

Lebih lanjut, ia menyebutkan, untuk Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DinKUKM Dagin) akan melaksanakan operasi pasar guna pengendalian, Dinas Perhubungan (Dishub) akan mendata pengemudi angkutan umum maupun online asal Kota Bogor yang terdampak dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) diminta untuk berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Secara umum, untuk menghadapi dampaknya akan melibatkan jajaran Forkopimda Kota Bogor. 

 

Rapat penanganan inflasi, kata dia, akan dilaksanakan secara intensif seperti halnya penanganan pandemi Covid-19. Secara nasional inflasi Indonesia ada di angka 4,7 dalam artian masih terkendali. Namun yang perlu diwaspadai adalah efek global, seperti negara Turki yang tingkat inflasinya sebesar 70 persen. 

“Ini yang dijaga dan diusahakan, salah satunya dengan menggalakkan produksi lokal karena lebih menghemat devisa,” ujarnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor, Daryanto, menyampaikan paparan terkait inflasi dan deflasi Kota Bogor dan daerah lain di Jawa Barat secara umum dalam beberapa tahun ke belakang sebagai bahan perbandingan. “Sehingga dapat diketahui secara detail dan diharapkan membantu dalam pengambilan kebijakan agar penanganan sesuai,” ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement