Kamis 08 Sep 2022 16:33 WIB

Literation Week TBM Lentera Pustaka, Catwalk Literasi Wajib Bawa Buku

Daripada pergi jauh-jauh ke Jakarta, Gunung Salak Literation Week bisa jadi pilihan.

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor memperkenalkan Gunung Salak Literation Week  (GSLW) sebagai ajang ekspresi dan catwalk literasi di zebra cross dengan aksesori wajib membawa buku.
Foto: Dok TBM Lentera Pustaka
Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor memperkenalkan Gunung Salak Literation Week (GSLW) sebagai ajang ekspresi dan catwalk literasi di zebra cross dengan aksesori wajib membawa buku.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Memperingati Hari Aksara Internasional dan di tengah mabuk Citayam Fashion Week (CFW) di Kawasan Dukuh Atas Jakarta, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor memperkenalkan “Gunung Salak Literation Week– GSLW” sebagai ajang ekspresi dan catwalk literasi di zebra cross dengan aksesori wajib membawa buku. GSLW ini dibuat meniru CFW, hanya bedanya saat menyeberang zebra cross wajib membawa buku sebagai bagian kampanye pentingnya membaca buku, di samping kepedulian terhadap taman taman bacaan dan gerakan literasi.

Digagas oleh Syarifudin Yunus, pendiri TBM Lentera Pustaka, GSLW ini ditujukan untuk meningkatkan kegemaran membaca anak-anak dan masyarakat dengan cara yang menarik dan kreatif. Agar tidak hanya bergaya catwalk semata tapi lupa membaca buku. Maka setiap orang yang mau ber-catwalk literasi diwajibkan membawa buku yang tersedia di taman bacaan.

“Gunung Salak Literation Week (GSLW) ini, cara saya untuk mendekatkan buku dengan anak-anak dan semua orang. Agar literasi bersifat inklusif. Zebra cross saya yang bikin. Selain kampanye pentingnya baca buku di  era digital, sekaligus menjadi taman bacaan sebagai tempat yang asyik dan menyenangkan. Silakan bergaya catwalk di taman bacaan, tidak usah ke Dukuh Atas. Agar literasi tetap tegak di kampung-kampung,” ujar Syarifudin Yunus, penggagas Gunung Salak Literation Week di Bogor, Kamis (8/9/2022).

Ia menambahkan, daripada pergi jauh-jauh ke Jakarta, Gunung Salak Literation Week pun bisa jadi pilihan para ABG atau remaja di Bogor, Bojong Gede, Citayam bila ingin ber-catwalk ria atau bergaya di jalanan. “Tapi sambil memegang buku saat bergaya. Agar para remaja tetap membawa misi kreativitas yang positif dan literat, tidak hanya sekadar ekspresi diri,” ujarnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

photo
Setiap orang yang mau ber-catwalk literasi di Gunung Salak Literation Week (GSLW) diwajibkan membawa buku yang tersedia di taman bacaan.  (Foto: Dok TBM Lentera Pustaka)

Selain menjadi sarana untuk menggerakkan tradisi baca dan budaya literasi anak-anak usia sekolah dan masyarakat, GSLW pun menajdi solusi dari “rasa ingin tahu” anak-anak kampung tentang “catwalk di zebra cross” yang ramai diperbincangkan. “Inilah cara sederhana taman bacaan dalam menyosialisasikan pentingnya membaca buku,” kata Syarif, panggilan akrabnya.

Untuk itu, Syarif menambahkan, TBM Lentera Pustaka mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap aktivitas membaca anak. Agar tidak melulu hanya main atau nongkrong yang tidak manfaat, di samping tidak terlindas gawai yang kian membelenggu anak-anak. 

“Melalui GSLW, buku bacaan dapat menjadi energi untuk mencetak generasi muda yang berkualitas. Hingga tercipta manusia yang literat, manusia yang memahami realitas kehidupan secara objektif,” ujarnya.

Dengan adanya GSLW, kata Syarif, setiap tamu dan masyarakat yang datang ke TBM Lentera Pustaka pun dapat bergaya catwalk literasi di atas zebra cross yang lebih menarik. “Demi tegaknya tradisi baca dan budaya literasi,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement