Selasa 30 Aug 2022 20:42 WIB

Pemkot Batu Siapkan Rp 90 Juta untuk Bantuan Sarpras KPM

Bantuan yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan dan usaha masing-masing keluarga

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Hiru Muhammad
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 90 juta untuk bantuan sarana dan prasarana (sarpras). Bantuan ini ditunjukkan untuk sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) peserta Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Batu.
Foto: istimewa
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 90 juta untuk bantuan sarana dan prasarana (sarpras). Bantuan ini ditunjukkan untuk sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) peserta Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Batu.

REPUBLIKA.CO.ID,BATU--Pemerintah Kota (Pemkot) Batu telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 90 juta untuk bantuan sarana dan prasarana (sarpras). Bantuan ini ditunjukkan untuk sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) peserta Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Batu. 

Kepala Dinas Sosial Kota Batu, Ririk Mashuri, menjelaskan, anggaran tersebut telah direalisasikan dalam bantuan sarpras. Beberapa di antaranya berupa dua unit genset, satu mesin jahit dan enam gerobak.

Baca Juga

"Nantinya bantuan ini akan diberikan setiap tahun kepada KPM yang sudah mandiri, setiap tahun akan kita data,” ucap Ririk saat menghadiri kegiatan sarah terima bantuan sarpras untuk KPM PKH di Kota Batu, Selasa (29/8/2022).

Ada pun pada kegiatan penyerahan bantuan sarpras kali ini diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. Menurut Punjul, terdapat tiga keluarga KPM yang menerima bantuan tersebut pada Selasa (29/8/2022). Sebelumnya, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko juga sudah memberikan bantuan serupa kepada enam KPM PKH.

Untuk bantuan kali ini, kata Punjul, yang diberikan berupa gerobak es campur, gerobak mie pangsit dan genset. Penyerahan bantuan sarana dan prasarana ini bertujuan untuk menunjang usaha KPM. Dengan demikian, para penerima bisa mandiri dalam berusaha ke depannya.

Punjul memastikan bantuan yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan dan usaha masing-masing keluarga. "Karena sudah mandiri, penerima bantuan ini sudah tidak mendapatkan bantuan lagi dari pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu,  salah satu penerima bantuan, Elisa, mengaku bersyukur dengan bantuan sarana genset yang diberikan. Bantuan ini sangat mendukung usaha yang dilakukannya bersama suami. Terlebih, dia dia dan suaminya memiliki usaha persewaan bidang sound system.

Sebagai informasi, PKH merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM), yang ditetapkan sebagai KPM PKH. Setelah menerima bantuan dan pelatihan pemberdayaan, KPM PKH diarahkan untuk berwirausaha dan memiliki usaha sendiri. Untuk menunjang usaha tersebut, diberikan bansos dan bantuan sarana agar mampu membuka usaha secara mandiri.

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement