Penny mengatakan kolaborasi itu diharapkan bisa membantu Indonesia dalam menguasai teknologi pembuatan vaksin mRNA untuk kebutuhan dalam negeri. Pengembangan vaksin tersebut menambah daftar jumlah vaksin Covid-19 produksi dalam negeri yang saat ini sedang memasuki tahap akhir uji klinis serta ditargetkan memperoleh Izin Edar Darurat (EUA) pada September 2022.

Vaksin tersebut di antaranya, vaksin Indovac berplatform protein rekombinan sub-unit dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman bersama PT Bio Farma dan Baylor College of Medicine. Vaksin lainnya adalah Inavac berplatform inactivated virus dikembangkan oleh tim peneliti dari Universitas Airlangga (Unair) bekerja sama dengan penyedia fasilitas produksi PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.
"Tentunya, tidak bisa dibandingkan antarteknologi platform vaksin karena masing-masing ada kalkulasi cost benefit, manfaat yang berbeda, dan itu adalah pilihan," katanya.