Sabtu 06 Aug 2022 20:12 WIB

Bangka Tengah Kembangkan Pemberian Pakan Udang Vaname Lewat Sistem Digital

Penambak gandeng startup eFishery untuk pemberian pakan udang secara digital

Petambak memberi pakan udang vaname. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mulai mengembangkan pemberian pakan Udang Vaname dengan sistem digitalisasi.
Foto: Antara/Dedhez Anggara
Petambak memberi pakan udang vaname. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mulai mengembangkan pemberian pakan Udang Vaname dengan sistem digitalisasi.

REPUBLIKA.CO.ID, KOBA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mulai mengembangkan pemberian pakan Udang Vaname dengan sistem digitalisasi.

"Pemberian pakan Udang Vaname kita coba terap teknologi auto feeder," kata Bupati Bangka TengahAlgafry Rahman usai meninjau tambak Udang Vaname skala rakyat di Desa Guntung, Sabtu (6/8/2022).

Ia menjelaskanauto feeder adalah sistem teknologi digitalisasi melalui telepon seluler, laptop, atau perangkat lunak lainnya, yang bekerja secara otomatis dalam pengaturan jadwal, frekuensi pemberian pakan, dosis pakan, dan dapat beroperasi selama 24 jam.

"Para pembudidaya Udang Vaname skala rakyat bisa memberi pakan dengan pengaturan waktu tertentu, mengetahui jenis-jenis virus atau hama yang mengganggu yang semuanya tergabung dalam satu digitalisasi," kata Bupati Algafry Rahman.

Pemkab Bangka Tengah bekerja sama dengan eFishery yang merupakan startupyangbergerak di bidang pengembangan pemanfaatan teknologi untuk sektor perikanan."Teman-teman dari eFishery sudah sangat membantu kita dalam membimbing para pembudidaya untuk memanfaatkan teknologi perikanan," kata Algafry Rahman.

Kepala Dinas Perikanan Bangka Tengah Taufik mengatakan pengembangan sektor perikanan berbasis teknologi sudah wajib dilakukan untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan nelayan.

"Penggunaan teknologi auto feeder untuk pemberian pakan sudah kami anjurkan, terutama para pembudidaya yang tergabung dalam kelompok," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement