Rabu 03 Aug 2022 06:50 WIB

Pemkab Batang Siap Suplai Air Baku di KITB

Pemkab akan mengembangkan dan mengolah air laut dengan menggandeng investor.

Foto udara pembangunan rusunawa pekerja industri Batang I di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (31/3/2022). Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, siap menyuplai air baku untuk memenuhi kebutuhan beberapa perusahaan yang berada di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Kecamatan Gringsing dan Batang Industrial Parkdi Kecamatan Tulis.
Foto: Antara/Harviyan Perdana Putra
Foto udara pembangunan rusunawa pekerja industri Batang I di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (31/3/2022). Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, siap menyuplai air baku untuk memenuhi kebutuhan beberapa perusahaan yang berada di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Kecamatan Gringsing dan Batang Industrial Parkdi Kecamatan Tulis.

REPUBLIKA.CO.ID, BATANG -- Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, siap menyuplai air baku untuk memenuhi kebutuhan beberapa perusahaan yang berada di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Kecamatan Gringsing dan Batang Industrial Parkdi Kecamatan Tulis.

Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang Yulianto di Batang, Selasa (2/8/2022), mengatakan, saat ini proses pembangunan pabrik di dua kawasan industri masih berjalan dan diperkirakan mulai tahun depan baru beroperasi. "Saat ini memang belum ada permintaan. Akan tetapi, kami siap menyuplai air baku apabila ada permintaan dari beberapa perusahaan yang berada di KITB maupun Batang Industral Park," kata Yulianto.

Baca Juga

Ia mengatakan, sebagai upaya persiapan pemenuhan air baku ke perusahaan, pemkab akan mengembangkan dan mengolah air laut dengan menggandeng investor atau pihak ke tiga. "Biaya investasi pengembangan sumber air baku yang tinggi memang menjadi tantangan sehingga kami harus menggandeng pihak ketiga untuk mencukupi kebutuhan air baku di dua kawasan industri tersebut," katanya.

Yulianto menyebutkan, suplai kebutuhan perusahaan terhadap air baku di Kawasan Industri Terpadu Batang perkirakan sekitar 285 liter per detik. Saat ini, kata dia, kebutuhan air baku di kawasan industri tersebut dilakukan oleh Pemerintah pusat dengan cara membangun jaringan untuk mengambil air permukaan Sungai Kaliurang Subah.

"Akan tetapi apabila sudah selesai dibangun maka kami berharap pengelolaan air baku diserahkan kepada pemerintah daerah karena sudah ada sistem penyediaan air minum," kata Yulianto.

Ia menambahkan, jumlah pelanggan air baku di PUDAM Sendang Kamulyan Batang saat ini mencapai 56 ribu pelanggan dan diperkirakan dua tahun ke depan akan meningkat menjadi 60 ribu pelanggan.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement