Senin 01 Aug 2022 13:28 WIB

Polres Jember Lakukan Mitigasi Tindaklanjuti Status Gunung Raung

Gunung Raung masuk tiga daerah yang meliputi Kab Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Nur Aini
Aktivitas vulkanologi Gunung Api Raung yang memiliki ketinggian 3332 mdpl masih terpantau fluktuatif.
Foto: Antara
Aktivitas vulkanologi Gunung Api Raung yang memiliki ketinggian 3332 mdpl masih terpantau fluktuatif.

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo bersama Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Jember melakukan mitigasi memindaklanjuti peningkaran status Gunung Raung yang sempat erupsi pada Rabu (27/7). Gunung Raung masuk dalam tiga daerah yang meliputi Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember.

Beberapa kecamatan di Kabupaten Jember yang berada di lereng Gunung Raung terdampak erupsi tersebut. Di antaranya Kecamatan Sumberjambe dan Kecamatan Ledokombo.

 

"Dampak yang dialami hujan abu vulkanik yang berterbangan di wilayah Kecamatan Ledokombo bagian timur yaitu Desa Slateng, Desa Sumber Bulus dan Desa Sumber Salak, yang membuat mata pengendara terasa perih. Selain itu masyarakat petani tembakau merasa khawatir tanamannya rusak akibat terkena hujan abu vulkanik tersebut," ujarnya, Senin (1/8/2022).

 

Hery Purnomo melanjutkan, langkah yang dilakukan adalah memberikan imbauan agar masyarakat terdekat gunung tidak panik tetapi tetap waspada. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BMKG terkait status Gunung Raung. Polres Jember juga rutin melakukan koordinasi dengan tim Tagana Desa agar siap siaga.

 

"Kami juga melakukan mitigasi terhadap rute atau jalur evakuasi apabila sewaktu waktu intensitas Gunung Raung meningkat," ujarnya.

 

Hery menegaskan, sampai saat ini tidak ada korban jiwa maupun kerugian materil akibat erupsi Gunung Raung. "Situasi juga terpantau belum nampak ada tanda tanda getaran dari puncak Raung," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement