Sabtu 30 Jul 2022 14:59 WIB

Pemkab Bogor Berkomitmen Terapkan Kurikulum Merdeka di Seluruh Sekolah

Di Kabupaten Bogor 32 SDN dan 38 SMPN menjadi sekolah penggerak kurikulum merdeka

Rep: shabrina zakaria/ Red: Hiru Muhammad
Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah penggerak Kabupaten Bogor.
Foto: dok pemkab bogor
Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah penggerak Kabupaten Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengajak seluruh tenaga pendidik untuk berkomitmen menjadi sekolah penggerak dan menyosialisasikan kurikulum merdeka secara masif. Agar pada 2024 kurikulum merdeka dapat diimplementasikan di seluruh sekolah tingkat SDN dan SMPN Kabupaten Bogor.

Berdasarkan data yang dimiliki Pemkab Bogor, di Kabupaten Bogor, dari 1.542 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 88 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), baru 32 SDN yang sudah menjadi sekolah penggerak kurikulum merdeka, dan 38 SMPN yang telah menjadi sekolah penggerak kurikulum merdeka, dan ada 250 guru yang telah berkomitmen menjadi guru penggerak kurikulum merdeka.

Baca Juga

“Selain sosialisasi juga mengajak para tenaga pendidik di Kabupaten Bogor untuk berkomitmen menyukseskan kurikulum merdeka, agar implementasi kurikulum merdeka ini bisa diterapkan di seluruh SDN dan SMPN di Kabupaten Bogor, target kami tahun 2024 kurikulum itu bisa diterapkan diseluruh sekolah di Kabupaten Bogor,” ujar Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan, Sabtu (30/7/2022).

Iwan  mengimbau, agar para guru harus senantiasa meningkatkan kapasitasnya, karena kesuksesan kurikulum merdeka akan sangat ditentukan oleh kualitas dan kemampuan guru untuk menjadikan mekanisme pembelajaran semakin efektif. Dirinya juga berharap sekolah penggerak dapat terus meningkatkan sinergi, kolaborasi dan inovasi agar dapat lebih banyak berkontribusi dalam  meningkatkan mutu pendidikan, menciptakan ekosistem sekolah masa depan yang modern dan lebih baik.“Dengan pelayanan kompeten, selaras pendidikan sekolah dengan keluarga, untuk mencetak generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, berdaya saing dan berakhlak mulia,” terangnya. 

Lebih lanjut, Iwan menyatakan, kurikulum merdeka merupakan kurikulum kebebasan yang dapat memberikan ciri-ciri karakteristik kepada para siswanya. “Kurikulumnya tidak ribet, tidak banyak aktualisasi,” imbuhnya. 

Dikutip dari laman resmi Kemendikbud Ristek, karakteristik utama dari Kurikulum Merdeka Belajar yang mendukung pemulihan pembelajaran yakni, pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila, fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi dan fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement