Kamis 28 Jul 2022 18:47 WIB

Sebanyak 150 Siswa SLB dan Pramuka Jabar Ikuti Pelatihan Teknologi Digital

Indonesia masih memiliki kesenjangan talenta cakap digital yang cukup tinggi,

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad
Sebanyak 150 siswa berkebutuhan khusus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Pramuka di Jabar turut diberikan pelatihan dalam bidang teknologi digital
Foto: istimewa
Sebanyak 150 siswa berkebutuhan khusus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Pramuka di Jabar turut diberikan pelatihan dalam bidang teknologi digital

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Sebanyak 150 siswa berkebutuhan khusus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Pramuka di Jabar turut diberikan pelatihan dalam bidang teknologi digital. Menurut Country Manager Indonesia Amazon Web Services (AWS), Gunawan Susanto, para siswa SLB dibimbing langsung oleh penyedia infrastruktur dan solusi komputasi awan (cloud computing)  AWS. 

Gunawan mengatakan, para siswa berkebutuhan khusus ini dilatih dalam program Laptop for Builders 2022 dan diajakan membuat produk dari teknologi digital. Seperti, desain situs web dan pengembangan konten, dan materi cloud. 

Baca Juga

Saat ini, Indonesia masih memiliki kesenjangan talenta cakap digital yang cukup tinggi, dalam mewujudkan visinya sebagai salah satu pemain ekonomi digital terbesar di kancah global pada 2045.

"Untuk dapat mengisi kesenjangan tersebut, kami melihat bahwa seluruh SDM harus dimobilisasi, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus," ujar Gunawan di Bandung, Kamis (28/7/2022). 

Menurut Gunawan, anak-anak berkebutuhan khusus juga berhak atas pendidikan teknologi yang setara dengan anak normal lainnya. Pendidikan teknologi, merupakan kunci bagi mereka untuk bekerja, berkarya, dan meniti masa depan yang lebih baik. "Hasil karya mereka, merupakan bukti bahwa anak-anak berkebutuhan khusus seyogyanya memiliki kemampuan dan kegigihan yang sama dengan anak-anak lain," katanya. 

Menurutnya, untuk mendukung anak berkebutuhan khusus turut menguasai bidang teknologi digital membutuhkan tenaga pengajar yang siap dan terampil.  AWS, berkomitmen penuh untuk menciptakan ekosistem pendidikan teknologi yang sungguh-sungguh. "Pemberian pelajaran harus bersungguh-sungguh inklusif dan mampu memberdayakan semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus," katanya. 

Perlu diketahui, program Laptop for Builders merupakan program pelatihan unggulan AWS yang menyasar siswa-siswi sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), maupun pesantren.

Pada tahun lalu, program ini berhasil menjangkau lebih dari 200 sekolah di hampir 30 kota di seluruh Indonesia, serta pesantren-pesantren yang terafiliasi dengan PBNU melalui kerja sama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdatul Ulama (RMI NU).

"Pogram-program ini tanpa dipungut biaya. Dan sudah digelar lebih 200 negara dan wilayah, termasuk Indonesia. Hingga saat ini, lebih dari 300 ribu masyarakat Indonesia dari berbagai lapisan telah mengikuti program pelatihan itu," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement