Selasa 19 Jul 2022 12:43 WIB

Kecelakaan Maut Bekasi, Fahri Hamzah: Pekan Lalu Hampir Mobil Saya Kena

Fahri menilai lampu merah di lokasi kecelakaan maut terlalu memaksa.

Rep: Teguh/Ali/ Red: Teguh Firmansyah
Proses evakuasi truk tangki bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan kecelakaan dengan dengan sejumlah kendaraan di di Jalan Transyogi, Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/7/2022). Proses evakuasi berjalan lancar dengan dibantu satu alat berat crane, satu mobil derek dan mobil pemadam kebakaran dengan cara memindahkan tanki dari truk yang ringsek ke truk yang berfungsi normal.Prayogi/Republika.
Foto: Prayogi/Republika.
Proses evakuasi truk tangki bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan kecelakaan dengan dengan sejumlah kendaraan di di Jalan Transyogi, Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/7/2022). Proses evakuasi berjalan lancar dengan dibantu satu alat berat crane, satu mobil derek dan mobil pemadam kebakaran dengan cara memindahkan tanki dari truk yang ringsek ke truk yang berfungsi normal.Prayogi/Republika.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setidaknya 11 orang meninggal saat terjadinya kecelakaan maut di lampu merah Jalan Alternatif Transyogi Cibubur, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/7). Truk tanki milik Pertamina tidak bisa mengerem dengan semestinya saat turunan di lampu merah tersebut.

Sejumlah warganet mempertanyakan keberadaan lampu merah tersebut. Salah satunya adalah politikus Partai Gelora yang selama ini aktif di Twitter.

Baca Juga

"Pekan lalu, hampir saja mobil saya  kena. Lampu merah di situ memang maksa. Harus ada yg bertanggungjawab. Turunan lurus kencang tiba2 ada lampu merah ke arah perumahan baru.  Pejabat yg ijinkan Ini yg sakit jiwa!," kicau Fahri, Senin (19/7/2022).

Para pengikut Fahri di Twitter pun banyak yang mengamnisi. "Yaps sepakat," tulis seorang netizen."

 

"Setuju bang, sy tiap hr lewat situ...paraaahh emang, mentang² ada perumahan mewah, itu lampu merah belum lama dipasang," tulis warganet lainnya.

Menurut Direktur Lalu Lintas (Dirlantas), Kombes Pol Latif Usman, pada saat kejadian truk tangki bermuatan bahan bakar minyak (BBM) itu melaju dari Pertamina ke Cileungsi dan kondisi jalan menurun ditambah ada sejumlah kendaraan yang sedang berhenti. Sehingga truk tersebut menabrak sejumlah kendaraan baik roda empat maupun roda dua.

“Di situ adalah tidak terlihat kendaraan roda empat dua, dan roda dua ada sepuluh,” kata Latif.

Dari hasil penelusuran sementara, kata Latif, pihaknya belum menemukan jejak rem di lokasi. Namun pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap truk tangki tersebut dengan teknisi. Kemudian saat ini pihaknya juga telah mengamankan sopir truk tangki tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement