Ahad 17 Jul 2022 12:44 WIB

DKP Sulsel Tanam 20 Ribu Bibit Mangrove di Pangkep

Mangrove merupakan salah satu ekosistem yang penting di pesisir.

Dua orang pegawai menanam bibit mangrove di pesisir pantai (ilustrasi)
Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
Dua orang pegawai menanam bibit mangrove di pesisir pantai (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Selatan menargetkan menanam 20 ribu bibit mangrove di Kabupaten Pangkep, Sulsel, pada tahun ini. Kepala DKP Sulsel Muhammad Ilyas dalam keterangannya di Makassar, Ahad (17/7/2022) mengatakan 10 ribu bibit mangrove sudah diserahkan kepada masyarakat pesisir di Kelurahan Borimasunggu, Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkep, melalui Cabang Dinas Kelautan (CDK) Pangkep.

Sementara sisanya akan ditanam di pulau di Kecamatan Liukang Tupabiring, yaitu pulau Kapoposang dan Pulau Cambang-cambang. "Penanaman mangrove memang menjadi salah satu program Pak Gubernur untuk rehabilitasi ekosistem yang rusak. Saya sampaikan bahwa mangrove merupakan salah satu ekosistem yang penting di pesisir," kata Ilyas.

Baca Juga

Ia menjelaskan kegiatan itu sebagai upaya mengembalikan kawasan fungsi mangrove/hutan bakau yang hilang. Utamanya sebagai tempat asuhan (nursery ground), tempat mencari makan (feeding ground), dan daerah pemijahan (spawning ground) berbagai jenis ikan, udang dan biota laut lainnya. Demikian juga, penanaman mangrove untuk rehabilitasi ekosistem yang rusak.

Selain mangrove, padang lamun dan terumbu karang yang merupakan bagian penting dari ekosistem laut yang tidak boleh hilang atau rusak. Satu dengan lainnya saling terkait. "Di Pangkep salah satu program yang ada mengembalikan mangrove yang hilang, dengan dikembalikan fungsi dan peran utamanya sebagai nursery ground atau tempat berkembangbiaknya ikan-ikan kecil dan penahan ombak," katanya.

Selain itu, mangrove juga dapat mengurangi pencemaran laut dengan berperan sebagai biofilter mereduksi logam berat dan nutrien berlebih dari darat yang masuk ke laut. Fungsi lainnya peningkatan oksigen dan karena karbon bisa berkurang dengan adanya mangrove. "Artinya bisa merilis oksigen untuk seluruh masyarakat dunia. Ini program global menata bumi menjadi hijau," ucapnya.

Ke depannya juga dengan menanam mangrove menjadi potensi untuk pengolahan sumber makanan olahan, di antaranya potensi buah mangrove sebagai alternatif sumber pangan. Untuk industri, mangrove dapat didorong menjadi pewarna alam dalam pembuatan baju. Ia juga menyatakan salut kepada pemerintah setempat, di mana Lurah di Labbangkan berencana untuk mengembangkan kawasan mangrove menjadi obyek pariwisata. 

"Kami salut, Pak Lurah yang ingin mengembangkan mangrove ini, termasuk untuk kepariwisataan," ucapnya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement