Sabtu 16 Jul 2022 05:20 WIB

Abai Prokes Dinilai Jadi Sebab Naiknya Kasus Covid-19 di Yogyakarta

Saat ini bertambah 53 kasus aktif Covid-19 di Yogyakarta.

Saat ini bertambah 53 kasus aktif Covid-19 di Yogyakarta.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Saat ini bertambah 53 kasus aktif Covid-19 di Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji menduga kenaikan kasus COVID-19 di provinsi ini karena penerapan protokol kesehatan mulai diabaikan masyarakat. "Menurut saya sepertinya karena sudah banyak yang mulai abai. Walaupun ada varian baru kalau kita tidak abai protokol kesehatan kan juga aman-aman saja," kata Baskara Aji di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (15/7/2022).

Aji meyakini meski di Indonesia muncul Omicron varian baru BA.4 dan BA.5, asalkan protokol kesehatan diterapkan secara disiplin kasus COVID-19 akan tetap terkendali. Berdasarkan data Pemda DIY, kasus terkonfirmasi COVID-19 di daerah setempat pada 14 Juli 2022 bertambah 53 kasus, naik dibandingkan jumlah penambahan kasus sehari sebelumnya sebanyak 26 kasus.

Baca Juga

"Berkali-kali kami menyampaikan bahwa kita tidak boleh lengah terhadap menurunnya atau melandainya kasus," ujar dia.

Sesuai imbauan pemerintah pusat, ia berharap masyarakat di DIY kembali menggunakan masker baik di dalam maupun di luar ruangan, serta menghindari kerumunan. "Saya kira itu untuk mewaspadai agar supaya tidak terjadi banyak penularan lagi," kata dia.

 

Selain menjaga kesehatan, menurut Aji, vaksinasi juga menjadi kunci pengendalian penularan COVID-19 di DIY.Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokol Setda DIY Ditya Nanaryo Aji menyebutkan capaian vaksinasi COVID-19 dosis penguat atau booster di DIY hingga 15 Juli 2022 sudah mencapai 36,53 persen atau sebanyak 1.051.999 orang. Sedangkan untuk vaksinasi dosis pertama mencapai 107,84 persen atau 3.105.403 orang dan dosis kedua mencapai 100,16 persen atau 2.884.187 orang.

sumber : Antara
Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement