Jumat 15 Jul 2022 19:42 WIB

Gelar Bimtek IKM, Tanoto Foundation Fasilitasi Madrasah se-Kabupaten Banyumas

Kunci keberhasilan dunia pendidikan adalah kehadiran sumber daya manusia yang andal

Rep: idealisa masyrafina/ Red: Hiru Muhammad
Tanoto Foundation mendukung pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas Pendidikan, yakni melalui Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka (Bimtek IKM). Setelah sukses menggelar bimtek di Kabupaten Cilacap, Tanoto Foundation bergeser ke Kabupaten Banyumas
Foto: istimewa
Tanoto Foundation mendukung pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas Pendidikan, yakni melalui Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka (Bimtek IKM). Setelah sukses menggelar bimtek di Kabupaten Cilacap, Tanoto Foundation bergeser ke Kabupaten Banyumas

REPUBLIKA.CO.ID,PURWOKERTO--Tanoto Foundation mendukung pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas Pendidikan, yakni melalui Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka (Bimtek IKM). Setelah sukses menggelar bimtek di Kabupaten Cilacap, Tanoto Foundation bergeser ke Kabupaten Banyumas.

Bimtek yang diselenggarakan selama dua hari itu, 13 – 14 Juli 2022, bertempat di D’Garden Purwokerto. Bimtek dihadiri oleh kepala madrasah, pengawas, waka kurikulum dan guru madrasah se-Kabupaten Banyumas.

Baca Juga

“Banyak keluhan dari guru di berbagai kabupaten bahwa sosialisasi Kurikulum Merdeka yang diberikan masih bersifat general. Pada tataran teori serta konsep, sebenarnya semua sudah ada di panduan kementerian, jadi tidak ada alasan kalau tidak memahami,” jelas Saiful Huda Shodiq dari Tanoto Foundation, Jumat (15/7/2022).

Bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, kegiatan ini digelar dengan sistem hybrid, yaitu secara langsung yang diikuti oleh 30 kepala madrasah terdiri dari 8 MTs dan 22 MI negeri dan swasta.

Setiap madrasah mengirimkan utusan 2 orang. Sementara itu, melalui aplikasi Zoom Meeting yang  diikuti oleh 221 peserta guru dari MTs dan MI negeri dan swasta.

Selain Saiful, hadir pula Roly Cristy Tambunan (Trainer Spesialist Tanoto Foundation), dan secara daring Dr. Nurkolis, M.M. (Koordinator Provinsi Tanoto Foundation Jawa Tengah) sebagai narasumber Bimtek IKM.

Pada saat sambutan pembukaan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas H. Aziz Muslim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa Bimtek IKM adalah hal yang sangat strategis dan urgent dalam pemajuan SDM, khususnya para praktisi pendidikan. Kegiatan Bimtek IKM menjadi bukti komitmen para pemangku kebijakan dunia pendidikan Banyumas dan kota/kabupaten lain di Jawa Tengah.

"Semoga lembaga yang dibina dan difasilitasi semakin luas, tidak hanya di kecamatan tertentu saja. Sebab sebenarnya di desalah yang juga perlu mendapatkan bimbingan dan pendampingan agar lembaga yang berada di bawah Kementerian Agama khususnya di Kabupaten Banyumas bisa maju bersama," jelas Aziz.

Lebih lanjut Aziz menyatakan, salah satu kunci keberhasilan dunia pendidikan adalah kehadiran sumber daya manusia yang andal, termasuk seluruh guru dan kepala madrasah peserta Bimtek IKM yang menjadi team work penentu keberhasilan.

“Era digital menuntut guru agar tidak kagetan, tidak ngantukan, dan tidak nggumunan. Di era disruptif dan globalisasi yang luar biasa ini guru tidak boleh gaptek lagi. Guru harus progresif, berinovasi, dan bersemangat merespon perkembangan yang ada,” lanjut Aziz.

Di dalam bimtek IKM itu, seluruh peserta diajak untuk merumuskan unsur penting pendekatan belajar aktif dan karakteristik mata pelajaran. Dari dua rumusan tersebut, peserta kemudian menyusun tujuan pembelajaran (TP), alur tujuan pembelajaran (ATP), dan modul ajar (MA) sesuai dengan capaian pembelajaran.

Dalam penyusunan tiga unit pembelajaran tersebut, peserta juga diajak merumuskan pertanyaan pemantik dan LKPD, juga assessment dan penilaian.

Sesi bimbingan selanjutnya adalah penguatan. Peserta kembali dibekali dengan pemahaman mengenai struktur dan komponen kurikulum merdeka, serta pengenalan website sebagai sumber belajar. Sebagai akhir, penugasan diberikan dalam bentuk penyusunan TP, ATP, dan MA. Dalam penugasan tersebut dilakukan pula pendampingan secara daring.

Dalam kesempatan yang sama, Saiful juga menjelaskan bahwa sesuai laporan dari Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP), Jawa Tengah memiliki target 18 ribu sekolah untuk mendapatkan sosialisasi Kurikulum Merdeka dan yang mendaftar  sudah sampai angka 32 ribu.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement