Jumat 15 Jul 2022 14:21 WIB

Bawaslu Bakal Susun Indeks Kerawanan Pemilu di Tiga DOB Papua

Bawaslu akan menyusun indeks kerawanan pemilu di tiga DOB Papua.

Rep: Mimi Kartika/ Red: Bilal Ramadhan
Daftar wilayah di DOB Papua. Bawaslu akan menyusun indeks kerawanan pemilu di tiga DOB Papua.
Foto: Republika
Daftar wilayah di DOB Papua. Bawaslu akan menyusun indeks kerawanan pemilu di tiga DOB Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) akan melakukan pemetaan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) terhadap tiga daerah otonomi baru (DOB) di Papua maupun Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Menurut anggota Bawaslu Herwyn JF Malonda, pembentukan daerah baru ini berdampak pada penambahan fasilitas, anggaran, hingga daerah pemilihan (dapil).

Baca Juga

Dia mengungkapkan, sejauh ini Papua masuk zona merah dengan potensi kerawanan tinggi saat pemilu. Menurutnya, hal ini tentu berdampak pada potensi kerawanan di tiga provinsi baru, yang terdiri dari Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

"Bagi Bawaslu ini menjadi tantangan untuk melakukan pencegahan. Sehingga nantinya potensi kerawanan bisa dicegah agar tidak menyebar," ujar Herwyn.

 

Mantan anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara ini menjelaskan, penambahan DOB Papua bakal berimbas terhadap kebutuhan jajaran pengawas pemilu. Rinciannya, lima orang untuk menjadi anggota Bawaslu Provinsi di tiga daerah tersebut, belum termasuk jajaran struktural pegawai negeri sipil (PNS) maupun non PNS.

"Setiap provinsi di DOB diperkirakan membutuhkan lima puluh orang. Termasuk jajaran struktural PNS dan non PNS. Tetapi itu harus diatur lagi dalam undang-undang pemilu," kata Herwyn.

Selain itu, dia menuturkan, anggaran juga akan bertambah. Anggaran yang dimaksud misalnya anggaran rekrutmen anggota Bawaslu Provinsi, penambahan anggaran gaji/uang kehormatan dan tunjangan pengawas, serta penambahan anggaran pengadaan/sewa kendaraan operasional dan kantor sekretariat Bawaslu Provinsi.

Sedangkan, di IKN, penyelenggaraan pemilu hanya untuk pemilu tingkat nasional, yakni pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan anggota DPR, dan pemilihan anggota DPD. Hal ini sebagaimana ketentuan Pasal 5 ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 3 Nomor Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.

Herwyn mengatakan, penyelenggaraan pemilu tingkat nasional di IKN berkonsekuensi terhadap penataan daerah pemilihan (dapil) baru. Namun, hal ini akan beririsan dengan dapil untuk pemilu DPR, DPD, dan DPRD Provinsi yang terdampak, yaitu Kalimantan Timur serta pemilu DPRD Kabupaten yang terdampak yakni Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Di samping itu, Pasal 13 ayat 3 UU Nomor 3 Tahun 2022 mengamanatkan, penyusunan dan penetapan dapil IKN dilakukan KPU dengan berkonsultasi bersama otorita IKN.

Dalam kesempatan yang sama, Tim Transisi IKN Diani Sadiwari menegaskan, sampai saat ini pihaknya sedang fokus dalam hal pembangunan fisik untuk ibu kota, sehingga belum ada pembahasan terkait dapil.

"Masih sama dengan sebelumnya. Selama belum ada pengalihan fungsi kedudukan dan peran yang tertuang dalam IKN. Tetap dilakukan dapil eksisting," kata Diani.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement