Jumat 15 Jul 2022 08:29 WIB

Petrokimia Gresik Kenalkan Teknologi Drone untuk Pemupukan Jenis Granul

Drone hanya dioperasikan satu orang mampu melakukan pemupukan hingga 60 hektare/hari.

Petrokimia Gresik mengenalkan penggunaan teknologi drone untuk pemupukan jenis granul di Gresik, Jawa Timur, Kamis (14/7/2022).
Foto: Istimewa
Petrokimia Gresik mengenalkan penggunaan teknologi drone untuk pemupukan jenis granul di Gresik, Jawa Timur, Kamis (14/7/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK--Petrokimia Gresik mengenalkan penggunaan teknologi drone untuk mengaplikasikan pupuk jenis granul dalam rangkaian Petro AgriTalk di Gresik, Jawa Timur, Kamis (14/7/2022). Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengaku, teknologi drone merupakan salah satu strategi digital farming untuk menyambut era industri 4.0.

Ia mengatakan, digital farming menjadi salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus pendapatan petani. “Selama tiga tahun ini Indonesia memang tidak melakukan impor (beras), tapi apabila kita tidak melakukan apa-apa sekarang, maka krisis pangan akan terjadi di negara kita. Untuk itu kita harus terus melakukan perbaikan dan inovasi yang berkelanjutan,” tutur Dwi Satriyo dalam keterangan, Kamis (14/7/2022).

Baca Juga

Teknologi drone didemonstrasikan di area Buncop Petrokimia Gresik ini menjadi percontohan perdana untuk pupuk granul. Selama ini drone hanya digunakan untuk pupuk jenis cair. Sedangkan pupuk yang diaplikasikan adalah produk andalan Petrokimia Gresik, Phonska Plus Formula 15-15-15.

“Mudah-mudahan bisa kita adaptasi karena sangat bermanfaat bagi pertanian Indonesia,” ujar Dwi Satriyo.

Dwi Satriyo menyebut, pemanfaatan drone untuk pemupukan akan menghemat biaya produksi petani. Sebab, menurutnya, salah satu biaya paling mahal dalam budidaya pertanian adalah tenaga kerja. Teknologi drone cukup dioperasikan satu orang untuk melakukan pemupukan antara 40-60 hektare per hari dengan hasil penyebaran pupuk yang lebih presisi.

Ke depan, teknologi ini diharapkan dapat melengkapi Program Makmur yang selama ini dijalankan Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih baik. Menurut Dirut Petrokimia Gresik, kehadiran teknologi dalam Program Makmur dapat meningkatkan pengetahuan teknis petani. Misalnya, dosis pupuk yang tepat melalui rekomendasi Mobil Uji Tanah, pemilihan bibit unggul, atau agro input lain dengan cara yang lebih efisien.

Begitu juga dengan sistem informasi mengenai cuaca atau kondisi pasar akan membantu ketepatan petani dalam pengambilan keputusan. “Teknologi drone ini akan menyempurnakan peranan Mobil Uji Tanah Petrokimia Gresik,” tegas Dwi Satriyo.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement