Rabu 06 Jul 2022 20:37 WIB

Polisi: Sopir Truk Rekayasa Perampokan 

Sopir truk mengaku dirampok dan dibuang di Bogor, bulan lalu.

Ilustrasi. Tim Reserse Mobile (Resmob) Polda Metro Jaya menyatakan, kasus perampokan truk di Tol Cikupa, Tangerang, yang sopirnya dibuang di Bogor, pada Selasa (8/6/2022) direkayasa.
Foto: Antara/M Agung Rajasa
Ilustrasi. Tim Reserse Mobile (Resmob) Polda Metro Jaya menyatakan, kasus perampokan truk di Tol Cikupa, Tangerang, yang sopirnya dibuang di Bogor, pada Selasa (8/6/2022) direkayasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Reserse Mobile (Resmob) Polda Metro Jaya menyatakan, kasus perampokan truk di Tol Cikupa, Tangerang, yang sopirnya dibuang di Bogor, pada Selasa (8/6/2022) direkayasa. Sopir truk tersebut bersama teman-temannya merekayasa kasus perampokan yang dialaminya.

"Sudah kami lakukan penyelidikan dan olah TKP serta keterangan saksi-saksi bahwa perampokan itu tidak ada alias direkayasa," kata Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Resmob Polda Metro Jaya AKBP Handik Suzen di Jakarta, Rabu (6/7/2022).

Baca Juga

Handik menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui sopir berinisial MI (28 tahun) mengakui dirinya tidak betul-betul dirampok. MI bersekongkol dengan teman-temannya untuk merekayasa kasus seolah-olah terjadi perampokan.Kepolisian masih mendalami motif sopir melakukan hal tersebut.

Sebelumnya, pria berinisial MI (28) ditemukan dalam kondisi kaki dan tangannya terikat serta mata dan mulut dilakban di Kabupaten Bogor (Jawa Barat). MI kemudian diselamatkan warga pada Rabu (9/6/2022) pagi.

 

Kepada warga, MI mengaku dirampok di Tol Cikupa, Tangerang (Banten). Sopir truk bermuatan gula pasir ini kemudian diikat kaki dan tangannya lalu dibuang ke Bogor.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Metro Tangerang. Menurut Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Tangerang Kompol Zamrul Aini, kasus sopir truk yang diikat perampok itu pada Selasa (8/6/2022) sekitar pukul 20.30 WIB di Gerbang Tol Cikupa arah Jakarta.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement