Jumat 24 Jun 2022 16:54 WIB

PDIP Berpeluang Gabung ke KIB daripada ke Gerindra-PKB

Capres dari PDIP akan lebih mudah diterima di koalisi KIB daripada di Gerindra-PKB.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bilal Ramadhan
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memimpin jalannya Penutupan Rakernas II PDIP. Capres dari PDIP akan lebih mudah diterima di koalisi KIB daripada di Gerindra-PKB.
Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memimpin jalannya Penutupan Rakernas II PDIP. Capres dari PDIP akan lebih mudah diterima di koalisi KIB daripada di Gerindra-PKB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PDIP menegaskan sulit bagi mereka berkoalisi dengan PKS dan Partai Demokrat di Pilpres 2024 mendatang. Mengomentari soal itu, pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai PDIP cocok berkoalisi dengan Golkar, PPP, PAN, Gerindra, dan PKB layak berkoalisi dengan PDIP. Hanya saja, partai-partai tersebut sudah merintis membentuk koalisi.

"Golkar, PPP, dan PAN sudah membentuk koalisi (KIB), termasuk Gerindra dan PKB. Karena itu, PDIP dapat memilih bergabung dengan koalisi partai yang mana," kata Jamiludin, Jumat (24/6/2022).

Baca Juga

Dari dua koalisi tersebut, Jamiluddin memandang peluang berkoalisi dengan Golkar, PPP, dan PAN akan lebih mudah bagi PDIP. Sebab, peluang mengajukan capres dari PDIP lebih besar diterima. Artinya dalam koalisi ini tidak ada capres yang menonjol.

Sedangkan jika berkoalisi dengan Gerindra dan PKB, maka peluang PDIP mengusung capres relatif kecil. Sebab dalam koalisi ini ada Prabowo Subianto yang memiliki elektabilitas tinggi sehingga peluangnya untuk dijadikan cawapres sangat kecil.

 

"Jadi, dari persoalan tersebut, PDIP tampaknya akan lebih nyaman mengusung pasangan capres-cawapres sendiri. Walaupun pilihan ini akan membuat peluang menang relatif kecil," ucap mantan dekan FIKOM IISIP Jakarta tersebut.

Namun demikian, ia menilai PDIP dipastikan akan berkoalisi dalam mengusung capres pada Pilpres 2024 mendatang. Meskipun PDIP dapat mengusung pasangan capres-cawapres sendiri, namun jika PDIP melakukan itu maka peluang untuk menang relatif kecil.

"Apalagi kalau pasangan capres-cawapresnya yang diusung semuanya dari PDIP. Karena itu, PDIP perlu berkoalisi dalam mengusung pasangan capres-cawapres," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement