Jumat 24 Jun 2022 16:24 WIB

Pemkot Solo Beri Pendampingan kepada Ibu Hamil Risiko Tinggi

Gibran kunjungi ibu hamil yang menderita anemia dan diabetes mellitus.

Ibu hamil yang akan melahirkan (ilustrasi)
Foto: Republika
Ibu hamil yang akan melahirkan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah, memberikan pendampingan kepada ibu hamil berisiko tinggi untuk memastikan ibu dan anak dalam kondisi sehat. Pada Jumat (24/6/2022), Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka mengunjungi salah satu ibu hamil di Solo.

"Harapannya dengan pendampingan ini yang berisiko tinggi dapat diidentifikasi dan segera dapat penanganan," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Surakarta, Purwanti dalam kunjungan tersebut.

Baca Juga

Menurut dia, pemerintah berupaya memastikan riwayat yang diderita oleh ibu hamil dan memastikan perkembangan kehamilan. Artinya, pendampingan betul-betul dilakukan sejak dini. "Apakah harus disiapkan untuk operasi sesar. Kalau harus transfusi (darah) siapa yang harus jadi donor," katanya.

Ia mengatakan, ibu hamil yang dikunjungi oleh Gibran menderita anemia dan diabetes mellitus. Selain itu, dia juga dari lingkungan padat penduduk yang tidak memiliki jamban pribadi.

 

"Namun ada MCK umum. Ibu ini hamil anak kedua, usia ibunya 34 tahun, jadi termasuk risiko tinggi, apalagi anak pertama lahir prematur," kata dia.

Purwanti mengatakan, usia kandungan ibu itu sudah delapan bulan dan harusnya hari perkiraan lahir (HPL) pada 17 Agustus 2022. Namun, karena kondisi ibunya, akhir bulan ini sudah akan dilakukan operasi.

Selain itu, kata dia, pendampingan juga dilakukan untuk kasus stunting atau kekerdilan pada anak di Kota Solo. Ia mengatakan, saat ini angka kasus stunting di Solo mulai menunjukkan penurunan.

"Harapannya tidak ada stunting lagi, targetnya pada tahun 2024 zero stunting. Saat ini, jumlahnya masih 500 sekian," katanya.

Mengenai penanganannya, menurut dia, masih bisa diupayakan lebih maksimal ketika anak tersebut masih berusia di bawah dua tahun. "Namun, kalau di atas itu sudah terlambat," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement