Senin 20 Jun 2022 22:25 WIB

Sulsel Fokus Maksimalkan Lahan Pekarangan Rumah Jaga Pangan

Program pemanfaatan pekarangan rumah ini sudah berjalan dan telah menunjukkan hasil.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Warga memanen sayuran kangkung (ilustrasi). Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sulawesi Selatan fokus memaksimalkan program pemanfaatan lahan pekarangan rumah dalam upaya menjaga kemandirian pangan masyarakat.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Warga memanen sayuran kangkung (ilustrasi). Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sulawesi Selatan fokus memaksimalkan program pemanfaatan lahan pekarangan rumah dalam upaya menjaga kemandirian pangan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sulawesi Selatan fokus memaksimalkan program pemanfaatan lahan pekarangan rumah dalam upaya menjaga kemandirian pangan masyarakat.

Plt Dinas Ketahanan Pangan Sulsel Kemal Redindo Syahrul Putra di Makassar, Senin (20/6/2022), mengatakan, saat ini pihaknya telah membina puluhan kelompok tani yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan diantaranya di Luwu, Kabupaten Bone, Gowa dan lainnya.

Baca Juga

"Program pemanfaatan pekarangan rumah ini sudah berjalan dan telah menunjukkan hasil. Kita juga telah membina 60 kelompok tani agar dapat membantu meningkatkan perekonomian mereka," kata Kemal.

Ia menjelaskan, mahalnya harga cabai saat ini tentunya akan membuat program ini semakin berkembang. Apalagi hampir setiap orang bisa melakukan karena luas lahan yang digunakan tidak perlu luas seperti halnya padi.

"Jadi minimal untuk dikonsumsi sendiri (hasil budi daya tanaman di pekarangan rumah). Namun jika memang lebih diseriusi tentunya dapat membantu perekonomian keluarga," ujar dia.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), juga mengajak para petani dan masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. SYL mengatakan, pekarangan rumah dapat dimanfaatkan sesuai dengan selera dan keinginan misalnya dengan menanam tanaman produktif seperti sayur-sayuran, umbi-umbian, buah-buahan, ternak, dan ikan, sumber obat-obatan atau apotik hidup, sumber bumbu dan rempah masakan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement