Jumat 17 Jun 2022 08:41 WIB

Kota Bogor Segera Terapkan e-Materai Setelah Simulasi Paling Lama Dua Bulan

Pemkot Bogor terpilih menjadi pilot project implementasi e-Materai.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus raharjo
Karyawan menunjukkan lembaran materai Rp10.000 di Kantor Pos Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (6/1/2021). Sejak 1 Januari 2021, pemerintah memberlakukan tarif tunggal bea materai baru sebesar Rp10.000 untuk nominal dokumen Rp5 juta ke atas, sedangkan untuk nilai nominal di bawah Rp5 juta tidak dikenakan bea materai.
Foto: Antara/Anindira Kintara
Karyawan menunjukkan lembaran materai Rp10.000 di Kantor Pos Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (6/1/2021). Sejak 1 Januari 2021, pemerintah memberlakukan tarif tunggal bea materai baru sebesar Rp10.000 untuk nominal dokumen Rp5 juta ke atas, sedangkan untuk nilai nominal di bawah Rp5 juta tidak dikenakan bea materai.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR—Kota Bogor dipilih sebagai pilot project implementasi e-Materai yang sudah dicanangkan Menteri Keuangan (Menkeu) sejak 1 Oktober 2021. PT Digital Logistik Internasional menyampaikan hal tersebut ke Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

“Kami PT Digital Logistik Internasional merupakan mitra strategis Peruri dan ditunjuk Peruri untuk menyosialisasikan e-Materai di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Teknik PT Digital Logistik Internasional, Dhani Bachtiar, Kamis (16/6/2022).

Baca Juga

Dhani mengatakan, dipilihnya Kota Bogor sebagai kota pilot project penerapan e-Materai ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, ia melihat Pemkot Bogor merupakan salah satu pemerintah kota yang kreatif, modern, dan sudah menerapkan teknologi dengan sangat baik dan terbiasa dengan transformasi digital.

“Pemkot Bogor sudah melakukan banyak transformasi digital sehingga pasti bisa lebih cepat menerapkan e-Materai,” imbuhnya. Setelah audiensi ini, kata dia, akan ada penjelasan teknis lebih lanjut, kemudian dilakukan diskusi terkait integrasi aplikasi yang dimiliki Pemkot Bogor dengan aplikasi untuk e-Materai.

 

Setelah itu dilakukan simulasi secara live. Dari simulasi akan terlihat apa ada masukan atau perubahan, jika sudah langsung bisa diterapkan. “Proses ini bisa sekitar satu sampai dua bulan, setelah selesai semua bisa langsung terealisasi,” jelasnya.

Dhani menjelaskan, saat ini sosialisasi dan implementasi e-Materai sedang berjalan khususnya untuk perusahaan dan pemerintah. Pemerintah pusat pun memberikan batas waktu sampai akhir Desember 2022 sembari menghabiskan stok materai tempel di pasaran. Mengingat setelahnya tidak ada lagi materai tempel dan materai tera.

“Kami juga sudah ditugaskan untuk membuat Sistem e-Materai Distribusi. Jadi ke depan ketika masyarakat mau beli materai, mereka beli kemudian akan mendapatkan email berupa kode, lalu masuk ke sistem, file yang mau diberi materai diunggah dan kemudian ditempel secara digital,” katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement