Selasa 14 Jun 2022 15:26 WIB

Pemuda 27 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Indekos Pasar Minggu

Pada tubuh pemuda yang tewas di kamar kos tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan

Rep: Ali Mansur/ Red: Nur Aini
Garis polisi.   (ilustrasi) Seorang pemuda berinisial FR (27 tahun) ditemukan tewas di kamar indekos di Jalan Masjid Dalam II, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (13/6/2022).
Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Garis polisi. (ilustrasi) Seorang pemuda berinisial FR (27 tahun) ditemukan tewas di kamar indekos di Jalan Masjid Dalam II, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (13/6/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang pemuda berinisial FR (27 tahun) ditemukan tewas di kamar indekos di Jalan Masjid Dalam II, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (13/6/2022). Jasad FR pertama kali ditemukan oleh penghuni indekos lainnya bernama Hendi.

Kanit Reskrim Polsek Pasar Minggu, Iptu Sofyan Suri mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Namun menurut keterangan saksi, korban sempat mengeluh sakit.

Baca Juga

"Korbannya lak-laki, yang jelas nggak ada kekerasan, dari keterangan orang terdekat katanya sakit," ujar Iptu Sofyan Suri, saat dikonfirmasi, Selasa (14/6/2022).

Namun, Iptu Sofyan tidak merinci perihal penyakit apa yang diderita korban. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari pihak medis. "Iya (masih pemeriksaan) dari pihak dokter. Kata yang nganter itu, katanya mengeluh sakit,” kata Iptu Sofyan.

Penemuan jasad korban berawal, saat Hendi mencium bau tak sedap dari dalam kamar FR. Kemudian Hendi pun melaporkan hal itu kepada pemilik kos-kosan. Ia juga meminta izin ke pemilik kosan buat bongkar kaca karena pintunya di slot dari dalam.

Kemudian Hendi masuk dan menemukan FR tergeletak tak bernyawa di dalam toilet. Ketika itu tubuh FR terlihat sudah membengkak. Mulut dan hidung FR juga mengeluarkan darah.

"Posisinya duduk terlentang, keluar darah sedikit dari mulut dan hidung," ungkap Hendi.

Hendi mengaku tidak terlalu mengenal sosok FR. Karena FR adalah penghuni baru di indekos itu, sekitar dua bulan jalan. Namun, kata dia, sehari-hari FR diketahui bekerja sebagai make up artist.

"Kalau informasi dari temannya waktu telepon itu dia kerja jadi make up artist," tutur Hendi.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement