Jumat 10 Jun 2022 16:15 WIB

Ini Kondisi Atalia Praratya Setelah Jasad Eril Ditemukan

Saat ini, Ridwan Kamil sedang berada di Swiss mengurus pemulangan jenazah Eril.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Ketua TP-PKK Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil.
Foto: Humas Pemprov Jawa Barat
Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Ketua TP-PKK Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Jasad putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz alis Eril berhasil ditemukan di Bendungan Engelhalde yang berlokasi di Bern, Swiss Rabu pagi (8/6). Saat ini, Ridwan Kamil sedang berada di Swiss mengurus pemulangan jenazah Eril. Namun, bagaimana kondisi istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya saat ini?

Menurut Juru Bicara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Wahyu Mijaya, kondisi Atalia Praratya baik-baik saja. "Alhamdulillah baik, Insya Allah kalau melihat perkembangan kondisi beliau dalam keadaan baik dan sehat," ujar kepada wartawan, di Gedung Pakuan, Jumat (10/6).

Namun terkait aktivitas Ridwan Kamil, Wahyu mengatakan, tak bisa menyampaikan aktivitas disana. "Untuk aktivitas di sana saya mohon izin bisa disampaikan pihak keluarga. Jadi mohon maaf kalau saya belum bisa menyampaikan," katanya.

Untuk prosesi pemakaman terbatas atau tidak, menurut Wahyu, pada prinsipnya dari keluarga tidak ingin menghalangi orang yang bersimpati dan berdoa. Tetapi, yang harus diperhatikan adalah lingkungan di sana itu kapasitasnya tidak mencukupi kalau misalnya dalam jumlah besar.

"Nah sehingga kalau misal ada pengaturan-pengaturan di sana kami juga mohon maaf dari awal karena kita ingin keluarga nyaman, masyarakat di sana juga nyaman, keluarga yang hadir juga nyaman. Jadi mohon maaf ada beberapa pengaturan pada kondisi di lokasi," paparnya.

Menurutnya, setelah dilakukan pemakaman pihaknya akan dilakukan juga doa bersama. Tetap dilakukan di Gedung Pakuan. Jadi, selesai pemakaman kemudian tidak ada doa bersama tetapi setidaknya dalam satu pekan selanjutnya akan dilakukan doa bersama. 

"Kami tidak membatasi masayarakat yang ingin berdoa, tetapi sekali lagi kapasitas ruang bisa sama smaa dipahami ada giliran," katanya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement