Jumat 20 May 2022 10:23 WIB

Banyak Dikeluhkan, Aplikasi Pemesanan Tiket Ferizy Diminta Dievaluasi

Aplikasi Ferizy justru menimbulkan masalah yang menghambat perjalanan masyarakat.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Andi Nur Aminah
Sejumlah pemudik menikmati pemandangan laut dari atas kapal  Ferry milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Salah satu inovasi yang dilakukan ASDP adalah mengeluarkan aplikasi Pemesanan Tiket Ferizy, namun sayangnya banyak dikeluhkan pengguna moda tersebut. (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Sejumlah pemudik menikmati pemandangan laut dari atas kapal Ferry milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Salah satu inovasi yang dilakukan ASDP adalah mengeluarkan aplikasi Pemesanan Tiket Ferizy, namun sayangnya banyak dikeluhkan pengguna moda tersebut. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Aplikasi pemesanan tiket feri online Ferizy, yang diluncurkan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry mendapat banyak keluhan. Tidak saja dari masyarakat tetapi juga dari perusahaan di bidang penyeberangan penumpang. 

Salah satunya Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama (DLU) Erwin H Poedjono yang meminta ASDP mengevaluasi aplikasi Ferizy tersebut. Menurut Erwin, aplikasi Ferizy kerap menimbulkan masalah yang dapat menghambat perjalanan masyarakat. Salah satunya penumpukkan penumpang di Pelabuhan Merak-Bakauheni dan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk saat arus mudik lebaran Idul Fitri kemarin. Penumpukkan terjadi karena calon penumpang kesulitan mengakses aplikasi Ferizy.

Baca Juga

"Aplikasi Ferizy dengan teknologi yang lebih maju ini kan diharapkan layanan itu akan semakin baik. Kecepatan pembelian tiket lebih baik, harga lebih murah, orang tidak perlu berdesakan, orang tidak perlu menunggu lama. Tapi ternyata yang terjadi sebaliknya. Berarti harus dilakukan evaluasi," kata Erwin di Surabaya, Jumat (20/5).

Erwin bahkan mengaku, diluncurkannya aplikasi Ferizy tidak memberikan manfaat sama sekali bagi perusahaan yang bergerak di industri penyeberangan penumpang. Aplikasi tersebut justru menimbulkan kekhawatiran bagi pengusaha. Karena jika masyarakat disulitkan mengakses transportasi air, bukan tidak mungkin malah akan beralih ke transportasi lainnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement