Ahad 15 May 2022 07:48 WIB

Satpol PP Surakarta Pastikan Masyarakat Tetap Jaga Prokes Selama CFD

Kepala Satpol PP memastikan masyarakat akan tetap menjaga prokes selama CFD Surakarta

Car free day (ilustrasi). Kepala Satpol PP memastikan masyarakat akan tetap menjaga prokes selama CFD Surakarta.
Foto: www.freepik.com.
Car free day (ilustrasi). Kepala Satpol PP memastikan masyarakat akan tetap menjaga prokes selama CFD Surakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Satpol PP Kota Surakarta, Jawa Tengah, berupaya memastikan masyarakat tetap menaati protokol kesehatan selama mengikuti car free day (CFD) atau hari bebas kendaraan bermotor yang akan digelar pada Ahad (15/5/2022).

"Pengawasan prokes tetap kami lakukan. Nanti kami lihat situasinya juga," kata Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan di Solo, Jateng, Sabtu (14/5/2022).

Baca Juga

Meski demikian, pihaknya belum akan memberikan sanksi kepada mereka yang tidak mematuhi protokol kesehatan. "Sementara kami imbau dulu, kami minta agar masyarakat menaati prokes karena kita juga harus waspada terhadap hepatitis akut," katanya.

Ia mengatakan, imbauan tidak hanya diberikan kepada masyarakat yang mengikuti event CFD tetapi juga para pedagang yang berjualan di acara tersebut. "Salah satunya masak di tempat kami imbau agar tidak dilakukan," katanya.

Sementara itu, pada acara tersebut pihaknya akan menerjunkan sebanyak 100 petugas Satpol PP dengan sepeda. "Untuk pengawasannya dengan sistem mobile, nanti Linmas pakai sepeda, Satpol PP pakai sepeda. Sedangkan teman-teman TNI/Polri stay," katanya.

Untuk titik pengawasan akan dilakukan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi yang menjadi lokasi CFD. "Sebagian di Jalan Jenderal Sudirman dan city walk juga steril dari PKL. Pedagang yang ada di sana agar geser dulu, masuk ke kantong," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi mengatakan pada uji coba CFD kali ini para pedagang akan ditempatkan di sejumlah kantong yang disediakan oleh pemerintah, yakni di kantor instansi pemerintah yang berada di sepanjang Jalan Slamet Riyadi.

"Misalnya di Dinas Sosial bisa untuk 25 PKL, Dinas Tenaga Kerja bisa untuk 11 PKL, di sekitar Graha Wisata termasuk depan Museum Radya Pustaka bisa untuk 137 PKL, Galabo untuk 251 PKL, Benteng Vastenburg 550 PKL, dan di halaman Balai Kota Surakarta sisi selatan bisa untuk 137 PKL. Jadi totalnya ada 1.118 PKL," katanya.

Ia mengatakan untuk pedagang yang berjualan di kantong-katong PKL ini diutamakan mereka ber-KTP Surakarta.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement