Kamis 28 Apr 2022 16:16 WIB

Ridwan Kamil Capres Paling Disukai, Ini Keunikannya 

Ridwan Kamil lebih potensial karena tidak memiliki penolakan.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Gebernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Gebernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Hasil survei atas Ridwan Kamil pada bursa calon presiden (Capres) 2024 yang digelar sejumlah lembaga survei pekan-pekan terakhir ini, terus menunjukan hasil yang dinamis dan positif. Walaupun, hasil yang ada belum menempatkan Gubernur Jawa Barat dalam daftar calon papan atas Capres. 

Terbaru, survei nasional yang digelar Indikator pada 14–19 April 2022 menunjukan tingkat pengenalan dan kesukaan publik pada Ridwan Kamil menunjukan angka yang signifikan dimana tingkat kedisukaan mencapai 89,0 persen di atas Prabowo Subianto (76,0 persen), Ganjar Pranowo (86,2 persen) dan Anies Baswedan (77,1 persen). Sementara dalam simulasi 19 nama semi terbuka, sebanyak 3,5 persen publik memilih Ridwan Kamil. 

Selain itu, survei CiGMark menunjukan tingkat popularitas dan kedisukaan Ridwan Kamil di mata publik Jawa Barat dominan dibanding tokoh lainnya. Survei popularitas dan kesukaan serta efektivitas yang dilakukan CGiMark menunjukan popularitas Prabowo Subianto (96,10 persen), Ridwan Kamil (95,40 persen), Anies Baswedan (85,30 persen). Sementara untuk kesukaan Ridwan Kamil paling unggul dengan angka 91,00 persen, lalu Prabowo Subianto 72 persen kemudian Sandiaga Uno ada 67,50 persen dan Anies Baswedan 65,80 persen.

Pengamat politik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Karim Suryadi mengatakan, dibanding nama-nama populer yang meramaikan dan menguasai bursa capres, Ridwan Kamil memiliki keunikan. Menurutnya, hasil survei menunjukan dibanding Gubernur DKI Anies Baswedan atau Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, tingkat pengenalan pada Ridwan Kamil rendah. 

“Tetapi jangan salah, dibanding kedua tokoh ini, RK lebih potensial karena tidak memiliki penolakan. Artinya, jika sebagian orang yang digadang-gadang maju dalam bursa capres lebih populer karena ada pemicu negatif, Ridwan Kamil kalah bersaing dalam beberapa survey justrus karena kurang dikenal saja,” ujar Karim Suryadi, pada media di Bandung, Kamis (28/4/2022).

Menurut Karim, urusan popularitas akan sangat dinamis dan bisa terjawab ketika komunikasi politik yang dilakukan Ridwan Kamil mulai efektif menempatkan dirinya sebagai top of mind capres atau cawapres. Karim melihat nilai positif Ridwan Kamil terletak pada rendahnya penolakan, sehingga lebih memudahkan dalam pemasaran politiknya. 

“Secara matematis, Ridwan Kamil hanya butuh sosialisasi lebih intensif dan komunikasi yang efektif, sebab hasil survey yang beredar menunjukkan tingkat kesukaan meningkat mengikuti tingkat pengenalannya,” katnya.

Karim juga menilai, penguasaan suara Jawa Barat oleh Ridwan Kamil mulai nampak seiring tingginya tingkat kepuasaan warga pada kinerjanya sebagai gubernur. Menurutnya, upaya Ridwan Kamil mensosialisasikan kinerja dan programnya mulai diapresiasi dan dirasakan implementasinya oleh warga. 

Meskipun mentransformasikan tingkat kepuasan warga dengan elektabilitas Ridwan Kamil di Jabar bukan perkara mudah, menurut Karim, hal ini terjadi karena Jabar menjadi battle ground yang ketat dan menjadi medan perang bintang.

“Ini tak aneh, dengan jumlah pemilih terbanyak ( Pemilu 2019) dan dekat dengan ibu kota, Jabar menjadi seksi di mata kandidat. Inilah tantangan RK, sebelum merebut dukungan daerah lain harus mengamankan pundi-pundi dukungan di kampung halamannya sendiri,” paparnya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement