Rabu 27 Apr 2022 14:29 WIB

Kedatangan Pemudik di Pelabuhan Tanjung Emas Melonjak 200 Persen

Baru satu kapal program mudik gratis yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Agus raharjo
Sejumlah penumpang yang mengikuti program mudik gratis sepeda motor menuruni tangga Kapal Motor (KM) Dobonsolo asal Tanjung Priok, Jakarta setibanya di dermaga Terminal Penumpang Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/4/2022). Sebanyak 413 penumpang dan 197 sepeda motor peserta program mudik gratis yang turun di Pelabuhan tersebut kemudian melanjutkan perjalanan ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah menggunakan sepeda motor.
Foto: ANTARA/Aji Styawan
Sejumlah penumpang yang mengikuti program mudik gratis sepeda motor menuruni tangga Kapal Motor (KM) Dobonsolo asal Tanjung Priok, Jakarta setibanya di dermaga Terminal Penumpang Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/4/2022). Sebanyak 413 penumpang dan 197 sepeda motor peserta program mudik gratis yang turun di Pelabuhan tersebut kemudian melanjutkan perjalanan ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah menggunakan sepeda motor.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG—Memasuki H-5 Lebaran 1443 Hijriah, jumlah kedatangan pemudik dengan transportasi kapal laut di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah mengalami peningkatan hingga 200 persen. Otoritas Pelabuhan Tanjung Emas menprediksi angka kedatangan pemudik dengan kapal laut akan mulai melandai pada H-3 Lebaran atau Jumat (29/4/2022) lusa.   

General Manager PT Pelindo III Semarang, Ardianto yang dikonfirmasi mengungkapkan, jumlah pergerakan penumpang transportasi kapal laut di Pelabuhan tanjung Emas Semarang terus mengalami peningkatan.

Baca Juga

Hingga H-5 Lebaran kali ini, di pelabuhan Tanjung Emas terpantau sudah ada peningkatan kedatangan penumpang hingga 200 persen. Jumlah ini dibandingkan dengan jumlah kedatangan penumpang pada H-5 Lebaran 2021 lalu.

“Pada H-5 Lebaran tahun lalu, jumlah kedatangan hanya sekitar 5.000 penumpang. Pada H-5 Lebaran kali ini jumlah kedatangan penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sudah mencapai 15 ribu orang,” jelasnya di Semarang, Rabu (27/4/2022).

 

Ia juga memprediksi, puncak peningkatan jumlah penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas akan mencapai puncak pada Kamis (28/4/2022) atau H-4 besok. Sedangkan memasuki H-3 Lebaran biasanya jumlah kedatangan penumpang di pelabuhan tanjung Emas bakal melandai.

Sementara untuk puncak arus balik penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang diperkirakan bakal berlangsung pada H+5 sampai dengan H+10 Lebaran 1443 Hijriah mendatang. Selama layanan arus mudik Lebaran kali ini tercatat sudah ada 14 kapal layanan penyeberangan regular yang bersandar di pelabuhan tanjung Emas.

Rerata tiap kedatangan kapal menurunkan sedikitnya 1.000 orang penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. “Sementara khusus untuk kapal program mudik gratis PT Pelni sementara baru satu kapal yang bersandar, yakni kapal Motor (KM) Dobonsolo yang berlabuh pada Rabu pagi,” tambahnya.

Ardianto juga menyampaikan, khusus untuk menyambut kedatangan para pemudik program mudik gratis, PT Pelindo telah mempersiapkan berbagai sarana dan fasilitas pelayanan di terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. PT Pelindo, mengupayakan pelayanan kepada para pemudik dapat dilakukan dengan cepat. “Karena yang diangkut manusia, maka kita upayakan bagaimana supaya kapal bisa cepat bersandar,” katanya.

Ardianto menegaskan, begitu kapal tiba langsung disiapkan petugas pandu dan pelayanan di dermaga. Dalam menyambut para pemudik program mudik gratis, PT Pelindo juga mengutamakan kebersihan.

Kebersihan area dermaga serta terminal penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang telah dilakukan malam sebelumnya. Agar para pemudik tetap juga nyaman saat menunggu sepeda motornya diturunkkan dari kapal juga disapkan tenda untuk berteduh dan beristirahat.

“Kami juga siapkan hiburan agar keletihan dan kelelahan para pemudik berkurang, setelah menempuh 14 jam perjalanan laut dari Tanjung Priok menuju Tanjung Emas,” tegas Ardianto.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement