Selasa 26 Apr 2022 13:54 WIB

Kadin Dorong Pembenahan Logistik Sektor Perikanan

Kadin telah membahas masalah sub sektor perikanan dari perspektif rantai pasok

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Buruh mengangkut ikan hasil tangkapan nelayan di PPI Donggala di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Badan Logistik dan Rantai Pasok Kadin Indonesia akan melakukan pemetaan atas lima komoditas esensial, strategis dan yang berorientasi ekspor di sektor perikanan.
Foto: Antara/Mohamad Hamzah
Buruh mengangkut ikan hasil tangkapan nelayan di PPI Donggala di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Badan Logistik dan Rantai Pasok Kadin Indonesia akan melakukan pemetaan atas lima komoditas esensial, strategis dan yang berorientasi ekspor di sektor perikanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Logistik dan Rantai Pasok Kadin Indonesia akan melakukan pemetaan atas lima komoditas esensial, strategis dan yang berorientasi ekspor di sektor perikanan.

Kepala Badan Logistik dan Rantai Pasok Kadin Indonesia, Akbar Djohan mengatakan, Kadin telah membahas permasalahan yang dihadapi sub sektor perikanan tangkap dari perspektif rantai pasok di setiap simpul-simpul rantai pasok dari hulu sampai hilir.

"Kami akan lakukan perbaikan tata kelola logistik dan rantai pasok sub sektor perikanan," ujar Akbar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (25/4).

Tak hanya itu, Akbar juga menambahkan selain pemetaan rantai pasok yang meliputi aspek komoditas, infrastruktur, dukungan teknologi informasi, regulasi dan pelaku jasa logistik serta SDM, pemetaan ini akan diarahkan dalam penyusunan model perhitungan biaya logistik produk perikanan berikut implementasinya.

Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Joseph Pangalila mengatakan sebagai mitra pemerintah, Kadin akan mendorong hadirnya kebijakan yang adil, ramah pelaku usaha terutama pelaku usaha kecil, dan diharapkan melalui integrasi dan koordinasi aktivitas ditunjang regulasi yang mendukung industri ini akan memasuki era keemasan melalui peningkatan produksi, proses bisnis yang efisien, dan produk yang bermutu tinggi.

"Saat inilah gilirannya produk perikanan tangkap mampu secara bertumbuh kembang secara berkelanjutan. Kami sangat apresiasi atas kerjasama lintas sektor antara perikanan dan logistik ini," ucap Joseph.

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Eddy Putra Irawadi mengatakan, aspek perikanan sangat luas dan masing-masing produk perikanan memiliki karakteristik dan permasalahan dan perlakuan sendiri-sendiri, Badan Logistik dan Rantai Pasok Kadin sebaiknya fokus di beberapa produk terlebih dahulu agar segera dapat ditemui dan dikenali masalah dan solusinya. Eddy menyampaikan, industri Perikanan Indonesia mempunyai potensi ekonomi yang sangat luar biasa, namun demikian hal ini dirasakan belum optimal kontribusinya bagi perekonomian nasional. 

"Pada tahun lalu, Indonesia berada di peringkat kedelapan produsen ikan dunia, atau naik dua tingkat dari 2020. Hal ini masih berpotensi lebih tinggi lagi jika dilakukan perbaikan tata kelola, regulasi, dan penanganan permasalahan dengan tepat," kata Eddy.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement