Sabtu 23 Apr 2022 14:39 WIB

Pemprov Babel Siapkan 31 Posko Mudik Idulfitri 1442 Hijriah

Sebanyak 31 posko yang telah disiapkan tersebut berada di Pulau Bangka dan Belitung

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Sejumlah penumpang turun dari KM Lawit asal Tanjung Pandan, Belitung. Pemprov Babel menyiapkan 31 posko untuk pengamanan arus mudik dan balik selama masa libur Idulfitri 1443 Hijriah. Ilustrasi.
Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA
Sejumlah penumpang turun dari KM Lawit asal Tanjung Pandan, Belitung. Pemprov Babel menyiapkan 31 posko untuk pengamanan arus mudik dan balik selama masa libur Idulfitri 1443 Hijriah. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) bersama instansi terkait menyiapkan 31 posko untuk pengamanan arus mudik dan balik selama masa libur Idulfitri 1443 Hijriah.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan lintas sektor untuk persiapan pengamanan ini. Kami berharap seluruhnya bisa berjalan sesuai rencana dan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan ke luar daerah bisa terlayani dengan baik dan selamat sampai tujuan," kata Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah di Pangkalpinang, Sabtu (23/4/2022).

Baca Juga

Sebanyak 31 posko yang telah disiapkan tersebut berada di Pulau Bangka dan Belitung yang terdiri dari pos pengamanan sebanyak 16 lokasi, pos pelayanan sembilan, dan pos terpadu di enam lokasi. Selain itu, tim gabungan yang dipimpin Polda Babel bersama jajaran juga menetapkan sebanyak 385 lokasi vital dan penting yang akan menjadi fokus pengamanan. Lokasi-lokasi tersebut meliputi 10 terminal, 312 masjid, 51 pusat perbelanjaan, dua bandar udara, dan 10 pelabuhan.

"Kami mengajak seluruh instansi terkait bersama masyarakat untuk bahu-membahu menyukseskan masa mudik dan balik yang sudah dua tahun ditunggu masyarakat karena pandemi Covid-19," katanya.

Abdul Fatah mengatakan pemprov bersama Polda Babel dan instansi terkait lainnya telah melakukan rapat koordinasi untuk menyamakan persepsi terhadap tanggung jawab dan cara pandang dalam mengemban tugas atas penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun 2022. Koordinasi itu diharapkan dapat menghimpun berbagai masukan dan kontribusi pemikiran dari para pemangku kepentingan agar bisa menentukan arah kebijakan dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat, terutama pelaku perjalanan luar daerah dengan aman, nyaman, lancar, dan selamat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement