Jumat 22 Apr 2022 18:20 WIB

Menkes Dorong Kepala Daerah Mengejar Imunisasi Dasar Lengkap

Imunisasi lengkap salah satu cara melindungi anak dari ancaman penyakit menular.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ilham Tirta
imunisasi dasar yang lengkap berperan dalam memberi perlindungan anak dari risiko terpapar Covid-19 maupun penyakit KLB PD3I (Kejadian Luar Biasa Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi). Ilustrasi.
Foto: Istimewa
imunisasi dasar yang lengkap berperan dalam memberi perlindungan anak dari risiko terpapar Covid-19 maupun penyakit KLB PD3I (Kejadian Luar Biasa Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi). Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mendorong agar Kepala Daerah perempuan turut serta aktif dalam mengejar ketertinggalan imunisasi dasar lengkap anak di tahun ini. Pemberian imunisasi dasar lengkap adalah salah satu cara melindungi mereka dari ancaman penyakit menular, terutama selama masa tumbuh kembangnya.

Sejak pandemi Covid-19 dua tahun terakhir ini, pelaksanaan layanan imunisasi dasar anak mengalami penurunan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan secara global, sebanyak 23 juta anak di bawah umur satu tahun tidak menerima imunisasi dasar di tahun 2020.

Baca Juga

Angka tersebut merupakan jumlah tertinggi sejak tahun 2009, silam. Sementara di Indonesia, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan UNICEF mencatat sebanyak 84 persen fasilitas pelayanan kesehatan imunisasi anak di Indonesia terdampak Covid-19.

Dengan adanya ketertinggalan tersebut, Menteri Kesehatan berharap agar Kepala Daerah perempuan dapat membantu menggerakkan seluruh kekuatan yang ada untuk mencapai target imunisasi. Menurutnya peran perempuan sangatlah strategis.

 

"Karena imunisasi diarahkan lebih banyak kepada anak dan harusnya sangat dekat ke hati seorang Ibu (Kepala Daerah Perempuan)," kata Budi dalam Konferensi Pers daring, Jumat (22/4/2022).

Diketahui, pada triwulan pertama 2022, Kemenkes menargetkan cakupan imunisasi dasar lengkap hingga 22,5 persen. Sementara, cakupan imunisasi yang dicapai baru sekitar 14 persen. Hingga kini, baru ada enam daerah di Indonesia yang cakupan imunisasi dasar lengkap lebih dari 22,5 persen. Budi berharap enam daerah tersebut bisa memotivasi daerah lain dalam pemenuhan target yang ditetapkan.

"Kalau Pemda mendorong dengan penuh program imunisasi, maka seharusnya angka tersebut bisa dicapai," harap Mantan Wakil Menteri BUMN tersebut.

Pada tahun ini, Kabupaten Bangka Belitung menjadi tuan rumah penyelenggaraan puncak peringatan Pekan Imunisasi Sedunia 2022. Dipilihnya pulau penghasil timah itu karena cakupan imunisasi dasar lengkap lebih dari 22,5 persen.

Diketahui, Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) akan digelar pada Mei 2022. Perhelatan ini digelar sebagai upaya percepatan dari ketertinggalan cakupan peserta imunisasi dasar lengkap pada anak selama pandemi covid-19.

Akan ada dua kegiatan besar dalam BIAN. Pertama imunisasi tambahan satu dosis untuk cegah campak dan rubela. Kedua, imunisasi Kejar bagi balita yang belum lengkap imunisasinya.

Ditargetkan lebih dari 800 ribu anak di seluruh Indonesia yang berisiko lebih besar tertular penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, seperti difteri, tetanus, campak, rubella, dan polio.

Nantinya, tahap I pelaksanaan BIAN akan dimulai pada Mei 2022 di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Sedangkan tahap kedua akan berlangsung pada Agustus 2022 di Jawa dan Bali.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement