Selasa 19 Apr 2022 20:26 WIB

Pemkot Bandung Optimalkan Fungsi Tol Air Gedebage Cegah Banjir

Pemkot Bandung mengotimalkan fungsi tol air di Gedebage untuk mencegah banjir.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Bilal Ramadhan
Seorang pedagang tahu menerjang banjir yang melanda Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/4/2022). Sebanyak 13 RW di Desa Dayeuhkolot dan ribuan jiwa terdampak banjir akibat luapan Sungai Citarum akibat hujan deras di Bandung Raya pada Senin (18/4/2022) malam.
Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi
Seorang pedagang tahu menerjang banjir yang melanda Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/4/2022). Sebanyak 13 RW di Desa Dayeuhkolot dan ribuan jiwa terdampak banjir akibat luapan Sungai Citarum akibat hujan deras di Bandung Raya pada Senin (18/4/2022) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung selama beberapa waktu belakangan mengakibatkan genangan air di sejumlah ruas jalan raya, salah satunya di Jalan Gedebage. Meski telah memiliki tol air, namun air masih saja meluber dan menggenangi Jalan Gedebage.

Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, banyaknya titik-titik banjir di Kota Bandung dipengaruhi curah hujan yang cukup tinggi di Kota Bandung beberapa waktu belakangan. Untuk menanggulanginya, Yana mengatakan, Pemerintah Kota Bandung tengah mengupayakan pengurangan titik genangan air.

Baca Juga

“Curah hujan berpengaruh, tapi sejauh ini kita minimal sudah mengurangi titik genangan ya, terus berprogres lah insya Allah,” ujar Yana di Balai Kota Bandung, Selasa (19/4/2022).

Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, strategi yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Warga (SDABM) adalah bagaimana percepatan pengurangan genangan air, baik melalui pengoptimalan pompa maupun kolam retensi. Hal ini dilakukan mengingat jumlah volume titik banjir yang cukup banyak di Kota Bandung.

“Yang saya tau, strategi yang dilakukan kawan kawan SDABM adalah bagaimana percepatan pengurangan genangan air. Apakah dengan pompa atau lainnya, itu yang sedang dioptimalkan, karena memang jumlah volume titik air nya banyak, seperti di pasar induk Gedebage kan sudah ada kolam retensi tapi landskapnya kan sekarang terus kita optimalkan,” jelas Ema.

“Mesin pompanya juga akan kita optimalkan, normalisasi sungai di Gedebage juga harus dioptimalkan,meski itu masih belum mampu memaksimalkan penanganan genangan air di jalan Gedebage selatan,” sambungnya.

Sementara itu, Ridwal Kamil menilai bahwa secara umum fungsi tol air Gedebage masih berjalan sebagaimana mestinya, namun ketika intensitas hujan tinggi dan melebihi kapasitas kekuatan mesin pompa, maka luapan air tidak dapat terhindari.

“Ini (pompa) mayoritas berfungsi, cuma pada saat cuaca ekstem saja (banjir), dan (banjir) tidak hanya Bandung, itu artinya tinggal pemeliharaan dan kapasitasnya,” ujarnya.

Perlu diketahui, tol air merupakan program peninggalan Ridwan Kamil saat masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung. Tol air tersebut memiliki panjang 150 meter dengan dua mesin pompa yang berfungsi untuk menyerap genangan air.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement