Jumat 15 Apr 2022 17:41 WIB

Rocky Gerung Serukan Ide Republik IndoNarator

IndoNarator diharapkan berada di barisan terdepan dalam menyuarakan gagasan besar.

Rocky Gerung dalam diskusi yang digelar IndoNarator di Jakarta, belum lama ini.
Foto: Istimewa
Rocky Gerung dalam diskusi yang digelar IndoNarator di Jakarta, belum lama ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik, Rocky Gerung menyuarakan tentang perlunya republik IndoNarator. Menurutnya, ide tersebut muncul sebagai antitesis terhadap kondisi republik hari ini yang sedang krisis narasi.

“Kita ingin agar narasi yang dibangun untuk Indonesia hari ini dan ke depan naik satu oktaf. Untuk itu saya dorong terus gerakan mahasiswa dan juga gerakan LSM termasuk IndoNarator memproduksi narasi tentang green economy, environmental ethics  yang itu merupakan the new grammar of global politics,” kata Rocky dalam diskusi yang digelar IndoNarator di Jakarta, belum lama ini.

Melalui produksi narasi tersebut, kata dia dalam rilisnya yang diterima Republika.co.id, Jumat (15/4/2022), akan mampu menciptakan atmosfer kehidupan baru Indonesia. “Saya percaya bahwa dengan memproduksi narasi yang banyak kita akan terbitkan republik baru yang namanya ‘Republik IndoNarator’,” ucap Rocky.

Rocky menilai, kebanyakan anak muda hari ini memang berupaya membangun narasi-narasi yang bagus untuk membangun masa depan Indonesia dan dunia yang lebih baik. “Namun, mereka dihambat oleh struktur feodalisme, patriarki, struktur hierarki yang basisnya senioritas,” kata dia.

 

Di samping itu, ia mengatakan, republik IndoNarator hanya akan terwujud apabila kelopak tua–struktur politik oligarki–digantikan dengan pucuk yang baru. Dia meyakini, bahwa tunas baru yang ia maksud itu jangan pernah dibayangkan tidak akan tumbuh, mengingat kehadirannya diperintah langsung oleh alam itu sendiri. 

“Jadi keindahan masa lalu kita anggap sebagai fasilitas yang disediakan oleh alam. Sehingga kita berpikir bahwa hak generasi tidak bisa dihalangi oleh oligarki,” terangnya. 

“Oligarki bisa memporak-porandakan taman bunga nusantara, tapi tidak seorang oligarki pun yang mampu mencegah tibanya musim semi generasi baru,” tambahnya. 

Lebih lanjut, dia menandakan, bahwa hukum sosial atau dalam istilah lain disebut sunatullah akan selalu diletakkan atau diberikan oleh alam semesta supaya terjadi perubahan. “Jadi, tidak mungkin oligarki menetap, karena yang boleh menetap adalah perubahan,” pungkasnya. 

Dia berharap, IndoNarator berada di barisan terdepan dalam menyuarakan gagasan besar tentang republik IndoNarator itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement