Kamis 14 Apr 2022 11:11 WIB

BPOM Sudah Periksa 466 Sampel Takjil di Beberapa Daerah di Provinsi Bengkulu

Dari ratusan sampel takjil yang diperiksa, belum ditemukan bahan berbahaya.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Petugas Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Tasikmalaya memeriksa makanan takjil di dalam mobil laboratorium keliling di Pasar Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (12/4/2022).
Foto: ANTARA/Adeng Bustomi
Petugas Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Tasikmalaya memeriksa makanan takjil di dalam mobil laboratorium keliling di Pasar Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (12/4/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu sudah memeriksa 466 sampel takjil yang dijajakan di beberapa bagian wilayah Provinsi Bengkulu. Kepala BPOM Bengkulu, Yogi Abaso Mataram mengatakan, pemeriksaan telah dilakukan pada sampel takjil yang diambil dari daerah, seperti Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, dan Kota Bengkulu.

"Sampai saat ini kami telah melakukan pemeriksaan sampel sebanyak 466 sampel dan tidak ditemukan bahan-bahan yang berbahaya (pada sampel takjil)," katanya di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Kamis (14/4/2022).

BPOM selanjutnya akan memeriksa sampel takjil yang dijajakan di Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Seluma, Kabupaten Kaur, dan Kabupaten Lebong.Yogi mengatakan, sampel takjil antara lain diambil dari pedagang yang berjualan di sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemeriksaan sampel takjil dilakukan untuk memastikan makanan yang dijajakan pedagang selama Ramadhan tidak mengandung bahan kimia yang bisa membahayakan kesehatan warga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement