REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menandatangani perjanjian kerja sama penyediaan beras kelas premium bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Pembelian beras Bulog oleh ASN sebagai upaya untuk memaksimalkan penyerapan logistik dalam masa panen raya," kata Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemprov Sulteng Rudy Dewanto saat menandatangani perjanjian kerja sama dengan Bulog dalam urusan penyediaan beras kepada ASN, di Palu, Selasa (12/4/2022).
Ia mengemukakan, perjanjian kerja sama menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup kalangan petani lokal di masa pandemi Covid-19. Ia menjelaskan, penandatanganan nota kesepahaman itu akan turut memutus mata rantai penjualan beras premium, sehingga diklaim dapat mengontrol harga komoditas beras tetap normal jelang hari raya Idul Fitri, serta sekaligus menjadikan ASN sebagai pelopor dalam mengkonsumsi produk-produk lokal, di antaranya beras Maleo.
"Memicu minat masyarakat dalam membeli produk petani lokal, sehingga dampaknya dirasakan langsung petani, karena rantai penjualan sudah pendek, dari petani langsung ke Bulog kemudian langsung ke ASN sebagai konsumen dengan kualitas yang baik," jelas Rudy.
Kepala Perum Bulog perwakilan Sulteng David Susanto mengemukakan, terhitung sejak Desember 2021 permintaan konsumen terhadap beras lokal justru mengalami peningkatan dari luar daerah.
"Beras lokal banyak diminati daerah lain yakni Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Papua serta di upayakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan ibu kota negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur," papar David.
Dari pantauan Bulog, justru permintaan konsumen di Sulteng cenderung lebih memilih produk-produk asal Jawa dengan harga tinggi, namun kualitas yang sama dihasilkan oleh petani lokal. Tingginya permintaan konsumen terhadap beras asal Sulteng, katanya, akan direspon dengan mengirimkan 3.000 ton ke Papua dan Papua Barat. Sedangkan untuk Kendari, akan dilakukan pengiriman 300 ton.
"Sekarang sudah persiapan, rencananya setelah lebaran Idul Fitri akan di kirim ke daerah-daerah tujuan," kata David.




