Jumat 08 Apr 2022 16:19 WIB

Pos Indonesia Salurkan BLT Minyak Goreng dari Kemensos

Penyerahan BLT minyak goreng ini harus selesai sebelum Idul fitri 1443 H.

Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Charles Sitorus.
Foto: Istimewa
Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Charles Sitorus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Pada penyaluran kali ini Kemensos kembali menggandeng PT Pos Indonesia (Persero).

Hal ini tentu saja menjadi kebanggaan bagi Pos Indonesia, sekaligus memberikan tantangan baru. Sebab, Pos Indonesia diharuskan menyelesaikan penyerahan BLT Minyak Moreng sebelum Idulfitri atau hanya dalam kurun waktu tiga minggu.

"Kami membangun optimisme dan kepercayaan diri, PT Pos menjadi partner negara dalam menjalankan tugas negara," kata Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Charles Sitorus di sela acara penyaluran perdana BLT minyak goreng di Kota Jambi, Provinsi Jambi, dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Jumat (8/4/2022).

 

photo
Keluarga penerima manfaat di Jambi sumringah menerima BLT minyak goreng. - (Istimewa)

 

Sebelumnya, Pos Indonesia sukses menyalurkan bansos Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Kartu Sembako. Mengantongi pengalaman penyaluran bansos, Pos Indonesia akan menerapkan cara yang efektif dan efisien.

"Dalam proses penyalurannya kita ada pengalaman penyaluran BST dan Kartu Sembako sehingga kita punya cara-cara yang lebih efektif dan efisien," kata Charles Sitorus.

Pos Indonesia menggunakan tiga metode penyaluran, yaitu melalui Kantor Pos, komunitas, dan diantarkan langsung ke rumah KPM (door to door). Selain itu, Pos Indonesia akan meningkatkan kerja sama dengan pihak luar, misalnya merekrut mahasiswa dan masyarakat sebagai tenaga juru bayar.

"Kami juga bekerja sama dengan pemda, dinas sosial, aparat setempat, kepolian dan tentara. Kami merangkul semua pihak supaya penyaluran bisa cepat terselesaikan," ucapnya.

Pada program bansos BLT minyak goreng, KPM menerima uang tunai senilai Rp 100 ribu per bulan yang diberikan sekaligus untuk tiga bulan (April, Mei, Juni), sehingga total yang diterima KPM Rp 300 ribu.

KPM di Jambi yang menerima BLT minyak goreng tentu saja girang. Betapa tidak, di tengah melambungnya harga minyak goreng, bansos ini bagai oase penyejuk. Bahkan, sejumlah KPM mendapat tambahan bantuan untuk modal usaha dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) senilai Rp 1,2 juta.

"Saya dapat bantuan sembako dan uang. Saya juga terima uang Rp 1,2 juta untuk bantu usaha. Mudah-mudahan bantuan dari Pak Jokowi bisa membantu usaha kami," kata KPM Saripah Maesaroh.

KPM lainnya, Aina mengaku, akan menggunakan uang bansos yang diterimanya untuk menambah modal usaha. "Perasaan saya lega dan senang karena dapat bantuan dana untuk modal berjualan. Kalau untuk berjualan, uangnya bisa menyambung hidup. Kalau untuk beli baju, uangnya habis," kata Aina, yang sehari-hari berjualan gorengan.

Aina berharap, pemerintah terus memberikan perhatian kepada rakyat kecil. "Harapannya semoga ke depan ada bantuan seperti ini lagi. Terima kasih banyak, alhamdulillah, ada yang bantu kita. Terima kasih Pak Jokowi, Kementerian Sosial, dan Pos Indonesia," tutur Aina.

Perasaan serupa turut dirasakan oleh KPM Risma. Perempuan yang sehari-hari menjalani usaha menjahit pakaian ini bahkan terharu karena selain menerima bansos, juga dapat bertatap muka dengan Presiden Jokowi. 

"Saya senang dan terharu atas kedatangan Pak Jokowi, senang terima bantuan. Semoga Pak Jokowi selalu sehat dan dilindungi Tuhan. Amin," kata Risma.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement