Kamis 07 Apr 2022 08:18 WIB

Moeldoko: BLT Minyak Goreng dan Subsidi Upah untuk Pengaman Pekerja

Moeldoko mengatakan BLT minyak goreng dan subsidi upah untuk pengaman pekerja.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bilal Ramadhan
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan BLT minyak goreng dan subsidi upah untuk pengaman pekerja.
Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan BLT minyak goreng dan subsidi upah untuk pengaman pekerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan, bantuan sosial seperti subsidi upah yang akan diberikan kepada kelompok pekerja dengan gaji di bawah Rp 3,5 juta merupakan bantal pengaman jika terjadi kenaikan harga pertalite dan LPG ukuran 3 kilogram. Kendati demikian, ia mengatakan, saat ini pemerintah masih mengkaji rencana kenaikan ini.

“Pertalite belum dinaikkan. Sedang dikaji oleh jajaran kementerian ekonomi. Tetapi pemerintah sudah menyiapkan bantalannya. Bantuan sosialnya yang pertama teman-teman kita yang bekerja pada sektor tertentu yang di bawah Rp 3,5 juta itu pada akhirnya akan mendapatkan bantuan,” kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Presiden, Jakarta, dikutip pada Kamis (7/4/2022).

Baca Juga

Selain bantuan subsidi upah, pemerintah juga menyiapkan BLT minyak goreng untuk masyarakat. Menurut dia, bantuan ini disalurkan untuk membantu meringankan masyarakat yang terdampak krisis akibat pandemi Covid-19 serta kenaikan harga pangan dan energi.

“Untuk minyak goreng pemerintah juga telah menyiapkan Rp 9,6 triliun untuk diberikan bantuan langsung. Itu bantalan-bantalan yang diberikan. Agar apa? Agar perubahan-perubahan situasi ini bisa menjadi meringankan bagi masyarakat Indonesia,” jelas dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut rencana kenaikan harga Pertalite dan LPG ukuran 3 kilogram saat ini masih dalam tahap pengkajian. Nantinya, kata dia, pemerintah akan mengumumkan hasil kajian kenaikan harga Pertalite dan LPG jika sudah rampung.

Karena itu, Airlangga pun memastikan saat ini pemerintah belum akan menaikkan harga Pertalite maupun LPG 3 kg. “Saat sekarang kita masih kaji, nanti sesudah kita kaji, nanti kita umumkan. Tapi saat sekarang belum,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/4/2022).

Sinyal kenaikan harga pertalite dan gas LPG 3 kilogram ini sebelumnya disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Hal itu menyusul kenaikan Pertamax sebesar Rp 3.500 per liter menjadi Rp 12.500 per liter mulai Jumat (1/4).

"Overall (secara keseluruhan) akan terjadi (kenaikan) nanti Pertamax, Pertalite, kalau premium belum. Juga gas yang 3 kg (akan naik). Jadi bertahap, 1 April, nanti Juli, bulan September, itu nanti bertahap akan dilakukan oleh pemerintah," kata Luhut ditemui usai meninjau Depo LRT Jabodebek di Jatimulya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (1/4).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement