Senin 04 Apr 2022 18:38 WIB

Gubernur Jabar Larang Pejabat Gelar Acara Bukber Besar-besaran

Ridwan Kamil meminta memanfaatkan kelonggaran dengan bertanggungjawab.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus raharjo
Gebernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan sambutan saat Rapat Koordinasi Dewan Pengarah Badan Pengelolaan Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung di Aula Barat Gedung Sate, Kamis (31/3/2022). Acara tersebut dalam rangka mendukung pelaksanaan optimasi pengelolaan dan sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam hal pengelolaan kawasan perkotaan Cekungan Bandung.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Gebernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan sambutan saat Rapat Koordinasi Dewan Pengarah Badan Pengelolaan Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung di Aula Barat Gedung Sate, Kamis (31/3/2022). Acara tersebut dalam rangka mendukung pelaksanaan optimasi pengelolaan dan sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam hal pengelolaan kawasan perkotaan Cekungan Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melarang pejabat untuk mengadakan acara buka bersama (bukber) secara besar-besaran. Karena, kondisi masih pandemi Covid 19 masih terjadi jadi kerumunan masih dilarang.

"Kan dilarang yang sifatnya mengadakan acara besar begitu, kalau level keluarga sendiri mungkin di rumah sendiri ya disebut bersama juga kan," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil di Gedung Sate, Senin (4/4/2022).

Baca Juga

Emil mengatakan, sekarang memang serba boleh tapi protokol kesehatan (Prokes) tetap harus dilakukan. Jadi tarawih berjamaah, boleh dilakukan. "Saya juga tarawih di Pusdai tapi kan masker tetap dipakai kan begitu ya. Dari semua itu minimal satu aja yang tetap konsisten sebelum deklarasi endemi adalah memakai masker," katanya.

Jadi, menurut Emil, mau kemana pun semua harus memakai masker itu menjadi kewajiban. "Jadi tolong masyarakat manfaatkan kebebasan ini dengan bertanggung jawab tetap boleh beribadah berjamaah. Tapi minimal tetap pakai masker ya," katanya.

Terkait buka bersama bagi masyarakat umum, Emil mengatakan, pihaknya  proporsional saja. Namun, yang dihindari itu adalah perayaan-perayaan buka bersama secara besar-besaran.

"Pas adzan Maghrib semua berkumpul dengan jumlah yang besar terus bercakap-cakap yang terjadi potensi penularan jadi itu yang harus dihindari," katanya.

Menurutnya, kalau bisa bertanggung jawab masyarakat yang ingin berbuka bersama dengan skala kecil diperbolehkan. Saat adzan berkumandang dan sedang makan, masyarakat tak boleh banyak mengobrol harus fokus pada makan.

"Ngobrol mah, nanti setelah beres makan pakai masker dulu baru ngobrol dengan yang lain. Kira-kira gitu prosedurnya ya," kata Emil.

Emil menjelaskan, prosedur buka bersama adalah sebelum adzan semua harus pakai masker. Tapi setelah makan, boleh mencopot masker dan tidak bicara.

"Jadi melatih diri ngobrolnya ditahan selama makan, nah pakai masker baru boleh ngomong lagi. Harapannya begitu, memang tidak mudah saya tahu. Tapi namanya juga Covid harus mampu beradaptasi," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement