Senin 04 Apr 2022 15:08 WIB

Vaksinasi Penguat di Kepri Capai 30 Persen

Sebelumnya angka vaksinasi penguat di Kepri sangat lambat.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Warga mengikuti vaksin booster Covid-19 (ilustrasi). Angka vaksinasi booster atau penguat di Kepri sudah mencapai 30 persen dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Warga mengikuti vaksin booster Covid-19 (ilustrasi). Angka vaksinasi booster atau penguat di Kepri sudah mencapai 30 persen dalam kurun waktu sepekan terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau Mochammad Bisri menyampaikan, angka vaksinasi booster atau penguat sudah mencapai 30 persen dalam kurun waktu sepekan terakhir berkat adanya kebijakan mudik Idul Fitri 1443 Hijriah.

Bisri di Tanjungpinang, Senin (4/4/2022), menyebut, sebelumnya angka vaksinasi penguat di daerah tersebut sangat lambat, di mana selama dua bulan yaitu Januari-Februari 2022, capaiannya hanya di bawah 10 persen. "Tapi begitu Pak Presiden Jokowi mengumumkan masyarakat boleh mudik, namun wajib vaksinasi penguat, capaian vaksinasi penguat langsung naik signifikan," kata Bisri.

Baca Juga

Ia menyatakan setelah pengumuman itu, dalam sehari ada sekitar 15 ribu warga vaksin penguat di sentra-sentra layanan vaksinasi yang telah ditetapkan pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak terkait. Bisri juga memastikan kegiatan vaksinasi penguat tetap dilaksanakan selama Ramadhan, karena warga diprediksi makin antusias divaksin penguat hingga lebaran nanti.

"Stok vaksin aman dan cukup, apalagi sebenarnya target vaksinasi penguat ini, 50 persen sudah cukup," ujar Bisri.

Dia mengajak warga yang belum melakukan vaksinasi penguat agar segera divaksin. Selain ditetapkan jadi syarat mudik, vaksin penguat juga dapat memperkuat kekebalan tubuh melawan Covid-19.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Provinsi Kepri capaian vaksinasi dosis pertama 1.744.244 orang atau 96,76 persen, dosis dua 1.481.944 orang 82,21 persen, dan dosis tiga atau penguat 418.499 orang atau 30,74 persen dari target sasaran 1,4 juta orang.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement