Sabtu 26 Mar 2022 01:13 WIB

Hotel di Yogyakarta Bidik Segmen Keluarga Saat Ramadhan

Tamu keluarga non muslim banyak yang berkunjung ke Yogyakarta saat puasa

Seorang peserta melihat produk UMKM sebelum mengikuti acara G20 Water Dialogue di Hotel Tentrem, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (21/3/2022). Pertemuan yang berlangsung 21 hingga 24 Maret 2022 tersebut dihadiri delegasi anggota G20 untuk membahas isu lingkungan dan air.
Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Seorang peserta melihat produk UMKM sebelum mengikuti acara G20 Water Dialogue di Hotel Tentrem, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (21/3/2022). Pertemuan yang berlangsung 21 hingga 24 Maret 2022 tersebut dihadiri delegasi anggota G20 untuk membahas isu lingkungan dan air.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan pelaku usaha perhotelan setempat bakal membidik wisatawan segmen keluarga menghadapi bulan puasa.

Ketua PHRI Deddy Pranawa Eryana saat dihubungi di Yogyakarta, Jumat (25/3/2022), mengatakan tamu segmen keluarga, khususnya yang nonmuslim justru banyak yang memilih momen puasa untuk mengunjungi Yogyakarta."Kami membidik calon wisatawan keluarga yang nonmuslim. Saat bulan puasa mereka justru berdatangan di DIY karena suasana sepi dan hotel pasti memiliki harga yang relatif murah," katanya.

Baca Juga

Menurut Deddy, berbagai strategi perlu disiapkan agar saat memasuki bulan puasa okupansi atau keterisian kamar hotel di DIY tidak merosot tajam seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena itu,  penyiapan paket hemat dengan berbagai menu buka puasa, termasuk membidik wisatawan keluarga nonmuslim perlu dilakukan pengusaha perhotelan.

Potensi kunjungan wisatawan nonmuslim, menurut dia, terbukti dengan mulai munculnya pemesanan kamar hotel untuk bulan puasa dari berbagai daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan."Reservasi yang masuk di bulan puasa sekitar 20 persen. Kamar hotel yang dipesan masih didominasi bintang tiga ke atas," kata dia.

Deddy mengatakan untuk paket buka puasa, hotel dan restoran hanya mengandalkan tamu kategori keluarga karena Presiden Joko Widodo telah melarang ASN atau pejabat pemerintah menggelar buka bersama. "Maka kami harus punya strategi baru, yang kami bidik yang bukan ASN," kata dia.

Ia berharap dampak positif dari gelaran pertemuan G20 ditambah penurunan level PPKM di Yogyakarta masih terasa hingga memasuki Ramadhan."Kami juga meminta perhotelan terus mematuhi protokol kesehatan serta ketentuan PPKM (level 3), ini paling tidak untuk mempertahankan dan diharapkan bisa kembali menurunkan level PPKM," kata dia.

General Manager Hotel Grand Inna Malioboro Ni Komang Darmiati menuturkan menyambut bulan puasa telah menyiapkan sejumlah paket pertemuan dan staycation. Menurut Ni Komang, hotel yang berada di kawasan Jalan Malioboro itu mulai membuka food festival pada 3 April 2022 yang menyuguhkan beragam menu buka puasa dengan paket hemat seperti aneka takjil, gorengan, stahl, kambing guling serta nasi briani. "Jadi semakin banyak (paket pemesanan) harga akan semakin murah," kata dia.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement