Sabtu 26 Mar 2022 00:43 WIB

BIN Riau Percepat Vaksinasi Jelang Ramadhan

Vaksinasi BIN Daerah Riau terus digencarkan untuk masyarakat umum dan lansia.

Rep: ronggo astungkoro/ Red: Hiru Muhammad
Seorang pelajar memperlihatkan kartu vaksinasi usai mendapatkan suntikkan vaksin COVID-19 di SMAN 1 Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (14/7/2021). Pemerintah Provinsi Riau bersama Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar vaksinasi massal untuk pelajar untuk mendukung serta mempercepat program vaksinasi nasional. ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Foto: ANTARA/Rony Muharrman
Seorang pelajar memperlihatkan kartu vaksinasi usai mendapatkan suntikkan vaksin COVID-19 di SMAN 1 Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (14/7/2021). Pemerintah Provinsi Riau bersama Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar vaksinasi massal untuk pelajar untuk mendukung serta mempercepat program vaksinasi nasional. ANTARA FOTO/Rony Muharrman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pemerintah telah menyatakan memperbolehkan pelaksanaan shalat tarawih berjamaah dan mudik lebaran tahun ini. Merespons hal tersebut, Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Riau mengakselerasi vaksinasi, terutama bagi kelompok anak usia 6-11 tahun karena anak-anak di usia tersebut dinilai banyak berada di keramaian dan dapat rentan tertular.

"Vaksinasi yang dilakukan  BIN Daerah Riau ini merupakan benteng pelindung bagi seluruh masyarakat, termasuk anak-anak usia 6-11 tahun dari Covid-19 menjelang Ramadhan. Demi terciptanya rasa aman kala menjalankan ibadah, khususnya salat tarawih," ujar Kepala BIN Daerah Riau, Brigjen TNI Amino Setya Budi, dalam siaran pers, Jumat (24/3/2022).

Baca Juga

Amino juga menjelaskan, selain menyasar kelompok anak usia 6-11 tahun, vaksinasi massal yang digelar BIN Daerah Riau juga terus digencarkan untuk masyarakat umum dan lansia. Vaksin diberikan untuk masyarakat yang hendak mengikuti vaksinasi dosis pertama, dosis kedua, maupun dosis ketiga atau booster. Karena itu dia mengajak seluruh masyarakat untuk segera divaksin.

“Kepada seluruh masyarakat tidak perlu khawatir, karena vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia telah disertifikasi oleh WHO. Sehingga tidak perlu diragukan lagi khasiat dan manfaatnya," kata dia.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa hari lalu mengumumkan, tahun ini masyarakat diperkenankan mudik untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman. Namun, dengan syarat, harus sudah vaksin hingga dosis ketiga atau booster.

"Bagi masyarakat yang ingin melakukan mudik lebaran juga dipersilakan, juga diperbolehkan, dengan syarat sudah mendapatkan dua kali vaksin dan satu kali booster, serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," ujar Jokowi dalam keterangannya terkait kebijakan PPLN dan panduan prokes Ramadhan dan Idul Fitri, Selasa (24/3/2022).

Ia mengatakan, situasi pandemi yang membaik saat ini membawa optimisme menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Pada tahun ini, umat Muslim pun dapat kembali menjalankan ibadah shalat tarawih berjamaah di masjid. "Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Jokowi.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement