Kamis 24 Mar 2022 01:40 WIB

Wali Kota Malang Ajak Masyarakat Mitigasi Infeksi TBC 

Wali Kota Malang ikut dalam sarasehan Tuberkolosis Day tahun 2022

Wali Kota Malang, Sutiaji saat membahas Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2023 dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Savana, Rabu (19/1). 
Foto: Diskominfo Kota Malang
Wali Kota Malang, Sutiaji saat membahas Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2023 dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Savana, Rabu (19/1). 

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Wali Kota Malang, Sutiaji mengajak masyarakat untuk memitigasi infeksi tuberkulosis (TBC). Hal ini diungkapkan Sutiaji saat menghadiri Sarasehan Tuberkulosis (TB) Day Tahun 2022 yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, bertempat di Savana Hotel and Convention Malang, Rabu (23/3/2022).

Menurut Sutiaji, pencegahan dan pengendalian tuberkulosis (TBC) terus menjadi atensi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Hal ini penting karena menjadi upaya mengeliminasi TBC pada 2030 mendatang. "Dan ini sebagaimana telah dicanangkan oleh pemerintah pusat," kata Sutiaji.

Sutiaji menilai perlunya membangun kesadaran masyarakat untuk memitigasi infeksi penyakit menular seperti TBC. Salah satunya dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS) di kehidupan sehari-hari. Jika pola hidup tidak sehat, maka kemungkinan akan tertular penyakit. 

Berdasarkan hal tersebut, penguatan mitigasi penyakit menular, penerapan PHBS, dan menjaga kesehatan harus selalu dikuatkan. Hal-hal tersebut menjadi kekuatan bersama sehingga masyarakat secara literatif sadar akan kesehatan.

Selain itu, upaya mitigasi juga menjadi bagian dari membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Dengan demikian, akan mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). 

Menurut Sutiaji, hal tersebut sejalan dengan misi pertama Kota Malang. Dalam hal ini, yakni menjamin akses dan kualitas pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar lainnya bagi semua warga.

“Indikatornya di IPM (Indeks Pembangunan Manusia). IPM kita tertinggi kedua se-Jawa Timur, 82,04. Dalam rangka mendukung penguatan SDM itu semua, kami kuatkan dengan UHC (Universal Health Coverage) yang sudah mencapai 95,24 persen,” ucap Sutiaji.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement