Kamis 17 Mar 2022 12:11 WIB

Gubernur dan Bupati Banyumas Temui Para Pengungsi Bencana Banjir

Banyaknya relawan yang membantu penanganan bencana menuai apresiasi gubernur

Rep: idealisa masyrafina/ Red: Hiru Muhammad
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo didampingi Bupati Banyumas Achmad Husein mengecek pengungsi musibah banjir, di Desa Gebangsari, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, pada Rabu (16/3/22) malam.
Foto: istimewa
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo didampingi Bupati Banyumas Achmad Husein mengecek pengungsi musibah banjir, di Desa Gebangsari, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, pada Rabu (16/3/22) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS --Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo didampingi Bupati Banyumas Achmad Husein mengecek pengungsi musibah banjir, di Desa Gebangsari, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, pada Rabu (16/3/22) malam.

Lokasi pertama yang didatangi Ganjar adalah tempat pengungsian. Di sana, ia memastikan semua pengungsi tertangani dengan baik, dengan memeriksa kelaikan tempat tidur, kesehatan pengungsi hingga dapur umum dan menu yang disajikan. “Gimana bu kabarnya? Sehat? Sudah makan apa belum? Lauknya enak apa tidak?” begitu pertanyaan Ganjar setiap bertemu pengungsi.

Baca Juga

Kepada para pengungsi, Ganjar memastikan tidak ada yang kekurangan. Ia juga menghibur para pengungsi, dan membagikan mainan kepada anak-anak yang ada di sana. Meskipun sedang berada di pengungsian, para pengungsi itu nampak sumringah ketika dikunjungi Ganjar. “Nek lawuhe ora enak ngomong nggih bu (kalau lauknya tidak enak bilang ya bu). Dijaga kesehatannya, mudah-mudahan banjirnya lekas surut, sehingga bisa pulang,” ucapnya.

Terkait kondisi bencana, Ganjar mengatakan banjir yang terjadi di Banyumas dan Kebumen berada di area perbatasan. Lokasinya bersebelahan dan penyebabnya sama karena tanggul sungai jebol.

 

“Ini kan perbatasan, jadi dua daerah yang terdampak. BBWS sudah nemu dua titik jebolnya sungai. Kalau sehari atau dua hari ini hujan reda, bisa segera ditangani. BBWS sudah turun tangan langsung,” jelasnya.

Ganjar juga sudah memeriksa para pengungsi yang ada di Purworejo dan Kebumen. Semua pengungsi dalam kondisi sehat dan stok logistik masih terpenuhi.

Ia mengapresiasi banyaknya relawan yang membantu penanganan bencana. Dalam menangani bencana banjir, tidak hanya Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) yang bergerak, namun sejumlah relawan dari kelompok masyarakat, seperti MDMC Muhammadiyah, pemuda NU, Bagana, Pramuka dan lainnya.

“Saya sampaikan terima kasih banyak, ada kelompok masyarakat yang membantu. Saya lihat ada dari NU, Muhammadiyah, dan banyak dari masyarakat membantu. Saya senang, gotong royong berjalan dengan baik,” kata Ganjar. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement