Ahad 13 Mar 2022 21:29 WIB

Warga Terdampak Banjir di Kampung Gaga Siap Direlokasi

Para warga mengambil pilihan itu lantaran banjir di kawasan tersebut sulit teratasi.

Rep: eva rianti/ Red: Hiru Muhammad
Sebanyak 65 kepala keluarga (KK) di kawasan Kampung Gaga, Tanjung Pasir, Teluknaga, Kabupaten Tangerang bersiap untuk direlokasi imbas dari banjir yang terjadi selama sekitar empat bulan terakhir ini. Para warga mengambil pilihan itu lantaran banjir di kawasan tersebut sulit teratasi.
Foto: istimewa
Sebanyak 65 kepala keluarga (KK) di kawasan Kampung Gaga, Tanjung Pasir, Teluknaga, Kabupaten Tangerang bersiap untuk direlokasi imbas dari banjir yang terjadi selama sekitar empat bulan terakhir ini. Para warga mengambil pilihan itu lantaran banjir di kawasan tersebut sulit teratasi.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG--Sebanyak 65 kepala keluarga (KK) di kawasan Kampung Gaga, Tanjung Pasir, Teluknaga, Kabupaten Tangerang bersiap untuk direlokasi imbas dari banjir yang terjadi selama sekitar empat bulan terakhir ini. Para warga mengambil pilihan itu lantaran banjir di kawasan tersebut sulit teratasi. 

Romla (40 tahun), salah satu warga Kampung Gaga mengungkapkan setuju dengan penawaran pihak pengembang serta pemerintah untuk direlokasi. Pasalnya, dia mengaku sudah sangat gelisah dengan kondisi banjir yang tak kunjung usai selama berbulan-bulan. 

Baca Juga

"Setuju karena banjir sudah lama terjadi. Tiap banjir air bisa masuk ke rumah saya sampai 30 sentimeter (cm), lemari saya sampai rusak, juga kena penyakit kulit," ujarnya di Kampung Gaga, Ahad (13/3/2022). 

Meski setuju, Romla sebenarnya keberatan harus direlokasi ke kawasan lain. Sebab, dirinya sudah sekitar empat dekade bertempat tinggal di rumahnya saat ini. Namun, dia mengaku tidak ada pilihan selain direlokasi. 

"Sebenarnya kecewa ya. Saya ibaratnya dari orok sudah di sini, tempat kelahiran. Baru ini banjir lama sejak ada pembangunan perumahan oleh pengembang (di belakang Kampung Gaga), biasanya satu atau dua hari kering. Tapi kalau enggak pindah, banjir terus begini juga gelisah," ungkapnya.

Marsi (40) mengungkapkan hal yang senada. Dirinya juga terpaksa untuk direlokasi, meski keberatan. Pasalnya kondisi tempat relokasi nantinya tidak sestrategis lokasi rumahnya saat ini. 

"Iya (setuju) terpaksa sih sebenarnya enggak mau. Tapi kalau tetap enggak mau dipindah, tetap saja lebih parah lagi banjirnya. Jadi serba salah sebenarnya, enggak mau tapi keadaannya begini," ujarnya. 

Para warga nantinya diketahui bakal direlokasi ke kawasan di seberang kampung tersebut, hanya berbeda RT. Menurut penuturannya, lokasi tersebut masih banyak kekurangan. 

"Lokasinya lebih jauh dari jalan raya. Dan infonya enggak ada listrik dan air. Ya enggak enak lah, kalau rumah sendiri di sini kan enak. Kalau pindah harus mulai lagi. Takut juga uangnya enggak cukup untuk bangun rumah yang baru, biaya lagi," kata dia. 

Ketua RT 01 RW 03, Kampung Gaga Sukamana, Sanusi mengatakan, seluruh warganya sepakat untuk direlokasi ke tempat yang lebih layak. Rencana relokasi warga bakal dilakulan dalam waktu dekat. 

"Relokasinya habis Lebaran rencananya, ada 65 KK. Dipindah ke belakang Kemandoran 4, di seberang. Kasihan juga masyarakat sebenarnya butuh tempat yang layak," tuturnya. 

Secara teknis nantinya pihak pengembang akan menggantu rugi biaya bangunan warga saat ini dan menyediakan tanah untuk lahan yang baru. Sanusi menyebut upaya itu masih dalam proses. Dia berharap pembayaran dari pihak pengembang bisa cocok dengan warga. "Lahannya disiapkan sama pengembang ditukarbelikan. Bangunan dibayar, tanahnya ditempatin di situ," ujarnya. 

Berdasarkan penuturannya, relokasi dinilai opsi yang terbaik meski banyak pertimbangan. Pasalnya, meski sudah dilakukan sejumlah upaya, seperti pembangunam tanggul, hanya berdampak kecil pada penyurutan kondisi banjir. 

Pantauan Republika, Ahad (13/3), kondisi rumah warga cenderung memprihatinkan karena dikepung oleh genangan air. Aktivitas sejumlah warga terganggu oleh air, meski hanya untuk melintasi jalan setapak. 

Air banjir dinilai Sanusi akan terus terjadi, terlebih jika hujan dipastikan akan terjadi banjir. Kondisi itu terjadi usai ada pembangunan perumahan di kawasan tersebut yang menyebabkan air tidak bisa mengalir dengan lancar ke laut. 

"Daripada di sini banjir terus. Kalau tinggal di sini enggak ada solusinya, air terus mengembang, aktivitas warga juga terganggu, pada gatal-gatal juga," ungkapnya. 

Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Alam  diketahui membangun tanggul sepanjang 163 meter serta tandon air seluas 2.000 meter untuk mengatasi masalah banjir di Kampung Gaga. Dengan adanya fasilitas tersebut, kondisi banjir diklaim mengalami penyurutan secara berangsur. Lantas muncullah wacana hendak merelokasi warga karena kondisi banjir cenderung terus terjadi. 

"Dari hasil sosialisasi 65 kepala keluarga di RT 01 RW 03 Kampung Gaga Desa Tanjung Pasir, setuju dan menyambut baik rencana pemerintah melakukan relokasi, lokasi untuk relokasi warga juga sudah disediakan oleh pengembang PT Agung Sedayu," ujar Camat Teluknaga, Zamzam Manohara. 

Menurut Zamzam, relokasi yang disediakan oleh pengembang tidak jauh dari lokasi tempat tinggal sekarang dan merupakan dataran jauh lebih tinggi. "Hanya tinggal menyeberang jalan, relokasi untuk warga masih berada di kampung Gaga Desa Tanjung Pasir," tuturnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement