Senin 07 Mar 2022 20:35 WIB

Tren Kasus Covid-19 di Batam Menurun

Data penularan Covid-19 di Batam dalam sepekan terakhir turun.

Data penularan Covid-19 di Batam dalam sepekan terakhir turun.
Foto: Antara/Fauzan
Data penularan Covid-19 di Batam dalam sepekan terakhir turun.

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menilai tren penularan COVID-19 di daerah setempat terus melandai sejak 25 Februari 2022. "Kita di Batam, tingkat paparan tertinggi terjadi pada 14 Februari 2022, sejak itu, mulai 25 Februari 2022 grafiknya menurun," kata Wakil Wali Kota di Batam, Kepulauan Riau, Senin (7/3/2022).

Ia menjabarkan, data sepekan terakhir, pada 1 Maret 2022, sebanyak 158 orang tambahan positif COVID-19 dan 207 orang sembuh, 2 Maret 2022 sebanyak 203 orang terpapar dan 297 orang sembuh, 3 Maret 2022 sebanyak 135 orang terpapar dan 170 orang sembuh. Kemudian, 4 Maret 2022 sebanyak 88 orang terpapar dan 244 orang sembuh, 5 Maret 2022 sebanyak 81 orang terpapar dan 142 orang sembuh, 6 Maret 2022 sebanyak 90 orang terpapar dan 481 orang sembuh serta 7 Maret 2022 sebanyak 95 orang terpapar dan 331 orang sembuh.

Baca Juga

"Kalau dilihat kurvanya, ini menurun," kata dia.

Wakil Wali Kota mengatakan, dalam rapat Menteri Perekonomian dan pemerintah daerah, tren pelandaian penularan COVID-19 terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, tren nasional menunjukkan penurunan yang signifikan.Menurut dia, tingkat kesembuhan COVID-19 varian Omicron relatif lebih besar. 

Meski begitu, ia meminta warga setempat tidak lalai dalam menjalankan protokol kesehatan agar tetap terhindar dari paparan COVID-19. Pihaknya juga terus mengajak masyarakat untuk menerima vaksin COVID-19.

"Percepatan dalam melaksanakan vaksin ketiga dan menyelesaikan vaksin dosis kedua yang hingga saat ini baru 80-an persen," kata dia.

Karena menurut Amsakar, vaksinasi COVID-19 berkorelasi positif dengan peningkatan imun masyarakat. "Mereka yang meninggal umumnya yang komorbid dan mereka yang belum vaksin, atau belum menyelesaikan vaksin, karenanya perlu percepatan vaksin," kata Wakil Wali Kota.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement