Ahad 06 Mar 2022 15:25 WIB

Kadinkes Jabar: Jumlah Pasien Sembuh di Jabar Lebih Banyak dari Penambahan Kasus Aktif

Jumlah kasus aktif bertambah 5.312 tapi jumlah pasien sembuh meningkat hingga 5.452.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Gita Amanda
Sejumlah cosplayer berada di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/3/2022). Pemerintah Kota Bandung tengah bersiap menuju perubahan dari pandemi COVID-19 ke endemi dengan salah satu cara yaitu melakukan percepatan vaksinasi yang hingga saat ini pencapaian vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 112 persen, dosis kedua 100 persen dan dosis ketiga mencapai 15 persen.
Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi
Sejumlah cosplayer berada di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/3/2022). Pemerintah Kota Bandung tengah bersiap menuju perubahan dari pandemi COVID-19 ke endemi dengan salah satu cara yaitu melakukan percepatan vaksinasi yang hingga saat ini pencapaian vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 112 persen, dosis kedua 100 persen dan dosis ketiga mencapai 15 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Perhimpunan Profesional Kesehatan Muslim Indonesia (Prokami) Jawa Barat menggelar webinar untuk membahas lebih dalam mengenai prediksi berakhirnya pandemi dan rencana peralihan status pandemi menjadi endemi. Dalam pertemuan daring yang disiarkan melalui Zoom dan kanal Youtube ini, Prokami mengangkat tema "Kupas Tuntas Situasi Pendemi Covid-19: Akankah Segera Berakhir?".

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr R. Nina Susana Dewi, Sp.PK(K).,M.Kes.,MMRS menjelaskan, berdasarkan data pada Jumat (4/3/2022), sebaran kasus Covid-19 di Indonesia, Jawa Barat berada di rangking kedua setelah Jakarta, dengan 18,1 persen. Menurutnya, rangking tinggi ini disebabkan status Jawa Barat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak, hampir 50 juta jiwa, sedangkan Jakarta adalah wilayah terpadat.  

Baca Juga

Jika dilihat, berdasarkan pada data statistik kasus Covid-19 di Jawa Barat, pada Jumat (5/3/2022), meskipun jumlah kasus aktif bertambah 5.312 tapi jumlah pasien sembuh meningkat hingga 5.452. “Jadi lebih banyak dibanding jumlah penambahan kasus aktif,” kata dr Nina saat menjadi Keynote Speaker dalam webinar Prokami, Ahad (6/3/2022).

Dia mengatakan, dalam tiga bulan terakhir, Jawa Barat telah menunjukkan tren penurunan, meski pada Sabtu kemarin terjadi kenaikan yang cukup tinggi. Namun dia menekankan bahwa secara umum sejak awal 2022, tren penurunan sudah sangat terlihat jika dibandungkan dengan dua tahun sebelumnya.

“Kita berdoa bersama agar pandemi ini dapat segera berlalu, dan berganti status menjadi endemi,” harapnya.

Terkait vaksin, dia menerangkan bahwa dari 50 juta jiwa penduduk, Jawa Barat menyasar 70-80 persen sebagai sasaran program vaksinasi, 37.907.814 orang. Vaksinasi, kata dr Nina adalah faktor kunci untuk meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh dalam menghalau infeksi Covid-19.

“Seharusnya seluruh wilayah Jawa Barat baik kabupaten maupun kota dapat mencapai target vaksinasi secara merata. Targetnya awal April itu harusnya sudah 90 persen dosis satu, 70 persen dosis dua, begitu juga booster,” kata dia, menerangkan bahwa saat ini total persentase ketercapaian vaksinasi Jabar untuk dosis satu masih 89,56 persen, dosis dua 70,13 persen dan vaksin ketiga 5 persen.

“Ini disebabkan setiap wilayah memiliki kemampuan jangkauan vaksinasi yang berbeda-beda, karena kita punya 27 kabupaten/kota, tapi semoga dengan niat yang ikhlas dan sungguh-sungguh, target vaksin dosis satu minimal 90 persen, dosis dua minimal 70 persen dosis bisa tercapai,” tambahnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement