Sabtu 05 Mar 2022 18:06 WIB

Pelabuhan Patimban Targetkan Layani Ekspor 160 Ribu Unit Kendaraan Pada Tahun Ini

Layanan 160 ribu unit ekspor ditargetkan dari Pelabuhan Patimban.

Pelabuhan Patimban Targetkan Layani Ekspor 160 Ribu Unit Kendaraan Pada Tahun Ini. Foto: Menhub saat meninjau Pelabuhan Patimban
Foto: Dok Republika
Pelabuhan Patimban Targetkan Layani Ekspor 160 Ribu Unit Kendaraan Pada Tahun Ini. Foto: Menhub saat meninjau Pelabuhan Patimban

REPUBLIKA.CO.ID,SUBANG - - Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat menargetkan dapat melayani sekitar 160.000 unit kendaraan pada tahun ini. Hal tersebut diungkapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat memantau aktivitas ekspor di Pelabuhan Patimban, Jawa Barat pada Sabtu (5/3).

“Saat ini car terminal telah aktif berjalan selama 3 bulan dan ditargetkan pada tahun ini mencapai 160.000 unit kendaraan. Adapun total kapasitas terminal ini bisa mencapai 218.000 unit kendaraan pertahun baik internasional maupun domestik/antarpulau," ujar Menhub. 

Baca Juga

Menhub menginginkan Pelabuhan Patimban berkolaborasi dengan Pelabuhan Tanjung Priok untuk mendukung kegiatan logistik di Indonesia. “Nanti akan ada pelabuhan kembar yang menjadi Hub. Pelabuhan Tanjung Priok melayani wilayah barat ke Bekasi dan Pelabuhan Patimban melayani dari Bekasi hingga ke wilayah timur Jawa,” katanya.

Pelabuhan Patimban akan terus dikembangkan hingga mampu menampung sebanyak 7,5 juta Teus/tahun untuk petikemas dan 600.000 CBU untuk kendaraan. Pelabuhan Patimban bersama Bandara Kertajati, Kawasan Bekasi, Karawang, Purwakarta ikut mendukung segi tiga kawasan pertumbuhan ekonomi  yang akan saling terkoneksi, saling mendukung satu dengan yang lain, sehingga memiliki daya saing terutama untuk produk-produk ekspor khususnya di bidang otomotif. 

"Kita harapkan semakin meningkatkan kehidupan masyarakat, memajukan industri, mendorong ekspor, dan memajukan negara tercinta," ujar Menhub. 

Pada kesempatan yang sama, Bupati Subang Ruhimat optimistis keberadaan Pelabuhan Patimban akan turut mendorong  perkembangan perekonomian rakyat seperti pertumbuhan zona industri dan pertanian di  Subang  dan sekitarnya. 

"Kami berharap nantinya hasil industri dan pertanian Subang dapat diekspor melalui Pelabuhan Patimban," ujar Ruhimat. 

Sejak diserahterimakan (handover) kepada PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) pada Desember 2021 lalu, sudah dilakukan beberapa kali kegiatan ekspor dari Pelabuhan Patimban dengan tujuan ke Pelabuhan Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Singapura dan Jepang. 

Pelabuhan Patimban merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), yang memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Barat dan juga secara nasional.

Pelabuhan ini akan menjadi cikal bakal kawasan industri dan perkotaan baru di Jabar bernama Rebana (Cirebon, Subang, Patimban dan Kertajati) Metropolitan, yang meliputi enam kabupaten dan satu Kota Cirebon, dengan jantung pertumbuhan kawasan Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati. 

Dibangun sejak tahun 2018, saat ini pembangunannya telah memasuki Tahap 1-2 (2021-2023) yang meliputi pembangunan terminal peti kemas dengan kapasitas sampai 3,75 juta TEUs dan terminal kendaraan dengan kapasitas total sampai dengan 600.000 CBU serta Terminal kapal roro. 

Adapun di dalam area pelabuhan saat ini terdapat fasilitas pelabuhan, seperti dermaga peti kemas (420 m x 34 m), dermaga kendaraan (300 m x 33m), lapangan penyimpanan kendaraan (kapasitas 218.000 CBU), lapangan penumpukan peti kemas (kapasitas 250.000 TEUs), area reklamasi (60 Ha), pengerukan kolam (-10 m), jalan pelabuhan dan gedung administrasi.

Turut hadir dalam kegiatan ini Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Capt. Mugen S Sartoto, Direktur KPLP Capt. Weku Frederik Karuntu, Ari Syamsudin (PT. TMMIN-Toyota), Mr. Jibiki Koya (Nikkei Inc.), perwakilan Direksi Toyofuji Logistics, Dandim 0605 Subang, dan Kapolres Subang. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement