Rabu 23 Feb 2022 19:34 WIB

Pemkab Gunung Kidul Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana di Semanu

Status tanggap bencana di Semanu, Gunung Kidul akibat dampak angin kencang

Puing-puing rumah warga yang hanyut berserakan usai diterjang angin kencang (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Olha Mulalinda
Puing-puing rumah warga yang hanyut berserakan usai diterjang angin kencang (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menetapkan status tanggap darurat bencana di Kecamatan Semanu sebagai respons dampak angin kencang pada Selasa (22/2).

"Kami sudah menandatangani status tanggap darurat bencana untuk Kecamatan Semanu. Kami berharap status tanggap darurat ini dapat digunakan untuk mempercepat penanganan dampak bencana angin kencang," kata Bupati Gunung Kidul Sunaryanta di Gunung Kidul, Rabu (23/2/2022).

Baca Juga

Dengan status tersebut, Pemkab Gunung Kidul dapat menggunakan alokasi biaya tak terduga (BKK) untuk penanganan dampak bencana, terutama melakukan perbaikan bangunan yang rusak.

Meski demikian, untuk skema rincinya, Sunaryanta menyebut masih harus menunggu hasil inventarisasi secara keseluruhan. Adapun prosesnya dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, salah satunya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP).

Dia mengatakan proses penanganan terus berjalan di lokasi. Adapun bantuan juga sudah mengalir dari banyak pihak untuk warga terdampak. "Ada banyak indikator, mulai cakupan wilayah terdampak sampai jumlah korban jiwa," katanya.

Wakil Ketua DPRD Gunung Kidul Heri Nugroho mengatakan pihaknya merekomendasikan penetapan status tanggap darurat tersebut supaya penanganan pascabencana bisa segera dilakukan.

"Kami minta SK-nya ditandatangani hari ini juga, agar anggaran bisa segera digunakan," kata dia.

Ia mengatakan anggaran tanggap darurat yang bisa digunakan besarannya mencapai Rp 48 miliar. Namun, untuk penggunaannya tetap menunggu hasil identifikasi pihak terkait.

Anggaran tersebut perlu digunakan terutama untuk merehabilitasi rumah warga terdampak. Apalagi dilaporkan ada rumah warga yang ambruk atau roboh usai bencana angin kencang itu.

"Apakah bisa dibantu proses pembangunannya kembali atau dalam bentuk kompensasi uang, itu harus segera dilakukan," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement